Cara Brunei Taklukkan Covid-19, Terapkan Prokes & Perkuat Tadarus Al-Quran

-

- Advertisment -

Cara Brunei Taklukkan Covid-19, Terapkan Prokes & Perkuat Tadarus Al-Quran

KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Brunei Darussalam menjadi salah satu negara yang berhasil mengatasi Covid-19, di saat Indonesia dan Malaysia yang merupakan tetangga terdekat Brunei Darussalam sedang mengalami lonjakan kasus yang begitu besar.

Selama 3 hari kebelakang tidak ada penambahan kasus baru di Brunei, berdasarkan data Johns Hopkins CSSE secara keseluruhan Brunei mencatat 282 kasus selama pandemi, 256 sembuh dan 3 orang meninggal dunia.

Nyaris tak ada infeksi lokal di negara tersebut. Terakhir kali, transmisi lokal terjadi pada 6 Mei 2020. Adapun, jika terjadi kasus baru merupakan kasus impor.

Sementara Indonesia, 3 hari kebelakang berdasarkan data Satgas Covid-19 RI mencatat rekor kasus baru yakni:

14 Juli: 54.517 kasus
15 Juli: 56.757 kasus
16 Juli: 54.000 kasus

Total selama 3 hari ada 165.274 kasus baru di Indonesia, sementara kasus Covid-19 di Indonesia secara keseluruhan tercatat 2,78 juta kasus dan 71.397 orang telah meninggal dunia.

Sementara itu, Malaysia dalam tiga hari berdasarkan data Johns Hopkins CSSE mencatat 37.374 kasus baru, dengan rincian

14 Juli: 11.618 kasus
15 Juli: 13.215 kasus
16 Juli: 12.541 kasus

Secara keseluruhan Malaysia mencatat 893 ribu kasus dan 6.728 orang meninggal dunia.

Keberhasilan Brunei Darussalam dalam mengatasi Covid-19 tidak terlepas dari kebijakan pemerintah yang tepat di masa pandemi.

Mengutip East Asia Forum, seorang peneliti bernama Nadia Azierah Hamdan dan William Case dari University of Nottingham Malaysia mencoba menganalisis hal ini. Dalam artikel berjudul “Behind Brunei’s Covi-19 Success Story” mereka menyebut strategi negeri Sultan Hassanal Bolkiah dalam memerangi pandemi.

Brunei Darussalam telah melakukan langkah sejak awal 2020, ketika corona pertama menyebar secara global dari episentrum saat itu, Wuhan, Hubei, China.

Di awal pandemi, Brunei juga menunjukkan keberanian kebijakan dengan melarang pelancong masuk dari provinsi Hubei, mempertaruhkan kemarahan China. Pada 1 Februari, para pejabat mulai menyaring kedatangan dari semua negara, melakukan pemeriksaan suhu di titik masuk.

Kasus Covid-19 di Brunei mulai terdeteksi pada 9 Maret dan mulai menyebar hingga mencapai 100 kasus dalam waktu 15 hari. Hal ini dipicu dengan adanya seorang jemaah majelis taklim yang berkunjung ke Malaysia.

Untuk mengatasi hal ini Brunei langsung mengambil tindak tegas dengan mengikuti aturan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), melakukan jaga jarak serta isolasi mandiri untuk warga yang terinfeksi virus Covid-19. Termasuk menutup sementara tempat-tempat ibadah untuk menekan laju penularan.

Sultan Brunei, juga menyerukan kepada rakyatnya untuk mengatasi Covid-19 dengan sains dan iman.

“Masjid ditutup dan dibersihkan, pertemuan lebih dari keluarga dekat dilarang sepanjang Ramadhan dan selama Hari Raya (Idul Fitri). Sementara itu, pemerintah mendorong warga Brunei untuk memperkuat dan melaksanakan zikir dan tadarus Al-Quran di rumah saat menjalani karantina,” tulis pelitian itu.

Selain menerapkan protokol kesehatan seperti anjuran WHO, Sultan Brunei juga menyerukan rakyatnya untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT.

”Untuk menolak wabah pun (pandemi Covid-19, Red) kita memperbanyak zikir, di mana kepala zikir adalah Alquran. Insya Allah, dengan menjadikan zikir dan Alquran itu sebagai amalan dan pegangan, maka Brunei Darussalam dengan izin Allah akan menjadi sebuah negara yang benar-benar selamat dan sehat serta aman sejahtera.” Begitu penggalan pidato yang disampaikan Sultan Hassanal Bolkiah saat Peringatan Nuzulul Quran Tingkat Nasional 1442 Hijriah di International Convention Center, Berakas, 29 April 2021.

Di sisi lain, komunikasi pemerintah dengan masyarakat pun dipermudah, otoritas memaksimalkan pemberitaan di media sosial serta televisi yang didukung dengan layanan hotline 24 jam untuk pertanyaan seputar COVID-19.

Selain itu, Pemerintah Brunei Darussalam memberikan hukuman berat bagi yang melanggar aturan protokol kesehatan. Bagi mereka yang tak patuh, Brunei  menerapkan denda dan hukuman penjara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT
Rekomendasi untuk Anda