Bappenas: Aceh Miskin karena Penduduknya Sedikit

-

- Advertisment -

Bappenas: Aceh Miskin karena Penduduknya Sedikit

KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Direktur Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan Sosial Bappenas Maliki mencatat kemiskinan di Aceh tinggi sudah terjadi sejak 2000.

“Jadi so far, Provinsi Aceh tingkat kemiskinan sudah tinggi sejak tahun 2000,” jelas Maliki, Kamis (18/2/2021).

Maliki menuturkan ini disebabkan oleh jumlah penduduk Aceh yang lebih sedikit dibandingkan daerah lain di Sumatera. Dia menambahkan penguatan optimalisasi dari sumber daya masih rendah seperti kopi yang sangat digemari oleh masyarakat dunia.

“Produk-produk masyarakat miskin rentan masih belum diolah sehingga (tidak) mempunyai daya jual yang lebih tinggi. Mungkin karena Medan masih menjadi pusat ekonomi di daerah itu,” sebutnya dikutip dari CNBC.

“Hasil olahan rakyat, terutama kopi masih banyak didominasi oleh pasaran melalui Medan. Kontrol harga masih belum optimal,” kata Maliki melanjutkan.

Maliki menegaskan, kebanyakan masyarakat penduduk Aceh lebih banyak memperhatikan investasi daripada untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-harinya.

“Orang Aceh lebih banyak memperhatikan investasi daripada pengeluaran untuk makanan dan sehari-hari. Inipun pasti akan mempengaruhi profil pengeluaran. Di mana kemiskinan sangat dipengaruhi oleh pola makan dan kalori,” tuturnya.

Dana otonomi khusus (Otsus) Aceh yang sudah digelontorkan oleh pemerintah sejak 2015-2020 Rp 47,6 triliun juga menurut Maliki belum dimanfaatkan secara baik.

Untuk menanggulangi dan mengurangi angka kemiskinan di Aceh, Bappenas berencana untuk membuat beberapa uji coba yang akan segera diperluas di Aceh. Bappenas akan memulainya dengan merapikan data dengan melakukan uji coba registrasi sosial mendata seluruh penduduk di beberapa desa di Aceh. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT
Rekomendasi untuk Anda