38 Akademisi dari Australia Minta Jokowi Bebaskan Dosen Unsyiah

-

- Advertisment -

38 Akademisi dari Australia Minta Jokowi Bebaskan Dosen Unsyiah

Sejumlah akademisi dari perguruan tinggi di Australia menyurati Presiden Joko Widodo atau Jokowi agar mengabulkan permohonan amnesti dosen Universitas Syiah Kuala, Aceh, Saiful Mahdi.

“Kami percaya kesediaan Anda memberikan amnesti dan membebaskan Dr. Saiful Mahdi dari penjara akan mencegah kerusakan reputasi Indonesia di internasional,” kata Budy Resosudarmo, profesor ekonomi dari Australian National University  mewakili 38 akademisi dalam suratnya kepada Jokowi, Kamis (16/9/2021).

Budy dikutip dari tempo, mengatakan prihatin atas kejadian yang dialami rekan mereka, Saiful Mahdi yang dipenjara karena mengkritik kualitas rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Universitas Syiah Kuala. Kritikan tersebut mulanya disampaikan Saiful melalui grup Whatsapp ‘Unsyiah Kita’ pada Maret 2019. Grup tersebut beranggotakan para dosen di Unsyiah.

Siaful dilaporkan ke polisi dengan tuduhan pencemaran nama baik dan dibidik dengan UU ITE. Pengadilan Negeri Banda Aceh memvonis Saiful Mahdi tiga bulan penjara dan denda Rp 10 juta subsider 1 bulan penjara setelah melalui 18 kali sidang. Saiful mengajukan kasasi, namun kandas. Putusan Mahkamah Agung menguatkan vonis bersalah kepada Saiful.

Menurut para akademisi Australia, Saiful Mahdi merupakan dosen yang bekerja pada isu pembangunan sosial ekonomi di Aceh. Sosok Saiful juga dihormati. Saiful, kata mereka, telah mendedikasikan kariernya mengembangkan Universitas Unsyiah sebagai kampus internasional, dengan jaringan penelitian yang kuat di seluruh negeri dan komunitas akademik internasional.

Para akademisi meyakini kritik Saiful Mahdi tidak bersifat pribadi, tapi murni didorong oleh keinginannya sebagai anggota komunitas universitas yang bertanggungjawab meningkatkan status dan standar Universitas Syiah Kuala sebagai institusi akademik yang kuat.

Unsyiah kata para akademisi, juga harusnya dapat menerima kritik dari civitas akademikanya sendiri. Serta memanfaatkan kritik tersebut untuk memperkuat kampus.

“Kami percaya bahwa Dr. Saiful Mahdi tidak seharusnya dihukum karena mengekspresikan pendapat konstruktifnya secara damai,” kata mereka ke Presiden Jokowi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT
Rekomendasi untuk Anda