Tolak Tambang, Perempuan Gayo Gelar Aksi Tunggal

-

- Advertisment -

Tolak Tambang, Perempuan Gayo Gelar Aksi Tunggal

Sri Wahyuni, perempuan asal Bener Meriah menggelar aksi di Bundaran Simpang Lima Banda Aceh, Kamis (22/8/2019). (Muhammad Fadhil/Klikkabar.com)

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Seorang perempuan menggelar aksi tunggal di Bundaran Simpang Lima Banda Aceh, Kamis (22/8/2019).
Perempuan itu diketahui bernama Sri Wahyuni asal dataran tinggi Gayo tepatnya di Kabupaten Bener Meriah. Aksi itu adalah sebagai bentuk protes dan penolakannya terhadap keberadaan perusahaan tambang yang akan beroperasi di Kabupaten Aceh Tengah.
Amatan Klikkabar.com, dalam aksi itu, Sri Wahyuni turut membentangkan spanduk berupa tulisan tuntutan terhadap pemerintah Aceh agar mencabut izin operasi perusahaan tambang di Tanah Gayo.
Usai menggelar aksi, Sri Wahyudi kepada wartawan menyebutkan bahwa dirinya sengaja datang dari Bener Meriah untuk menggelar aksi di Banda Aceh. Ia berharap, aksi tersebut dapat menggugah hati semua pemangku kepentingan di Aceh untuk peduli terhadap lingkungan.
“Saya menggelar aksi tunggal supaya tidak ribet, kalau ramai harus mengurus izin lagi dari pihak kepolisian,” kata Sri Wahyuni.
Sri Wahyuni, perempuan asal Bener Meriah menggelar aksi tolak tambang di Bundaran Simpang Lima Banda Aceh, Kamis (22/8/2019). (Muhammad Fadhil/Klikkabar.com)

Ia menjelaskan, aksi itu juga sebagai bentuk kekecewaannya terhadap pemerintah Aceh yang mendukung keberadaan perusahaan tambang di Tanah Gayo.
“Saya sangat kecewa dengan pemerintah yang memberikan izin dan membiarkan perusahaan ini (PT. Linge Mineral Resorce) hadir di Tanah Gayo,” ujar Sri Wahyuni.
Melihat kondisi itu, Wahyuni meminta pemerintah Aceh untuk segera mencabut izin PT Linge Mineral Resource yang terdapat di Kabupaten Aceh Tengah.
Selain itu, dia juga meminta pemerintah menerbitkan moratorium tambang di Aceh untuk memastikan program Aceh Green Pemerintah Aceh benar-benar terlaksana dengan baik.
“Karena kondisi ini saya meminta pemerintah Aceh segera mencabut Izin Pertambangan PT Linge Mineral Resorce dan segera mengeluarkan Moratorium Tambang untuk menyelamatkan hutan Aceh dan juga menyelamatkan ekonomi masyarakat Aceh,” pungkasnya. []
MUHAMMAD FADHIL

BERITA TERBARU

- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT
Rekomendasi untuk Anda