Mahasiswa Terluka, Polisi Dikecam

-

- Advertisment -

Mahasiswa Terluka, Polisi Dikecam

Istimewa

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Aksi demontrasi di Kantor Gubernur Aceh, Selasa (9/4/2019) berakhir ricuh. Akibat peristiwa ini, satu mahasiswa terluka, sehingga harus dilarikan ke rumah sakit.
Demo tersebut dalam rangka mendesak Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah untuk mengeluarkan rekomendasi supaya pemerintah pusat mencabut izin PT Emas Mineral Murni (EMM) di Nagan Raya.
Demo ini melibatkan seribuan mahasiswa, yang berasal dari berbagai universitas di Provinsi Aceh. Selain itu, demo ini juga melibatkan paguyuban kabupaten/kota di provinsi Serambi Makkah.
Presiden Mahasiswa UIN Ar-Raniry, Rizki Ardial yang juga ikut dalam aksi itu mengatakan, salah satu mahasiswa yang terluka itu bernama Andi. Ia tercatat sebagai mahasiswa Prodi Teknik Kimia di Fakultas Sains dan Teknologi UIN Ar-Raniry.
Kata Rizki, massa mulai melancarkan aksi pukul 10.30 WIB dengan tertib. Mereka meminta Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah untuk menjumpai pendemo.
Namun, setelah ditunggu lima jam lebih, tidak ada jawaban dari Pemerintah Aceh. Kondisi ini membuat pendemo marah, sehingga memaksakan diri masuk ke dalam kantor, dengan harapan bisa menemui Plt Gubernur, Nova Iriansyah.
Saat mencoba masuk ke dalam kantor, mereka dicegat oleh pihak kepolisian, sehingga terjadi baku hantam yang menyebabkan pecahnya kaca di lobi kantor.
Menurut Rizki Ardial, kaca tersebut pecah setelah polisi mengayunkan tongkat pengamanan ke arah pendemo, supaya mundur dari pintu masuk kantor.
“Teman kami terluka karena kena kaca setelah dihadang polisi. Saat mencoba masuk, tiba-tiba kaca pecah, kami menduga kaca itu terkana ayunan tongkat polisi, karena tidak mungkin mahasiswa pecahkan kaca,” kata Rizki Ardial, saat dihubungi Klikkabar.com, Selasa (9/4/2019) malam.
Rizki Ardial menambahkan, diduga kewalahan, akhirnya polisi menyemprotkan air menggunakan water canon ke arah massa. Tak hanya itu, polisi juga menyemprotkan gas air mata ke arah mereka.
Aksi itu mendapat kecaman dari massa. Mereka mengaku kecewa pada pihak kepolisian yang bersikap arogan terhadap mahasiswa.
“Polisi menyerang kami dengan tidak manusiawi, beberapa mahasiswi pingsan dan ada ratusan teman kami juga kena gas air mata, meski kami sudah mundur ke arah lapangan upacara, kami terus diserang dan ini tidak manusiawi,” jelas dia. []

Baca Juga: BREAKING NEWS: Mahasiswa Segel Kantor Gubernur Aceh

BERITA TERBARU

- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT
Rekomendasi untuk Anda