Kurangnya Perhatian Terhadap Penyandang Disabilitas

-

- Advertisment -

Kurangnya Perhatian Terhadap Penyandang Disabilitas

Ilustrasi (Foto: Google)

Oleh: Milazia Putri, Syarifah Rhaudina
Hak Asasi Manusia seharusnya dapat dihormati dan dihargai oleh setiap manusia, tetapi pada masa sekarang masih banyak orang yang tidak memahami apa itu Hak Asasi Manusia.
Sebagian masyarakat mengetahui apa itu Pengertian  dari Hak Asasi Manusia namun tidak mehamani pengertian tersebut.
Sehingga masih banyak kasus diskriminasi yang dialami oleh masyarakat indonesia, khususnya bagi penyandang disabilitas.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia penyandang diartikan dengan orang yang menyandang (menderita) sesuatu.
Sedangkan disabilitas merupakan kata bahasa Indonesia yang berasal dari kata serapan bahasa Inggris disability / disabilities yang berarti cacat atau ketidakmampuan.
Menurut Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2011 Tentang Pengesahan Hak-Hak Penyandang Disabilitas, penyandang disabilitas yaitu orang yang memiliki keterbatasan fisik, mental, intelektual atau sensorik dalam jangka waktu lama yang dalam berinteraksi dengan lingkungan dan sikap masyarakatnya dapat menemui hambatan yang menyulitkan untuk berpartisipasi penuh dan efektif berdasarkan kesamaan hak.
Kenyataan yang dialami oleh penyandang disabilitas berdasarkan hasil penelitian terdahulu  penyandang disabilitas menyandang stigma ketidaksempurnaan, sehingga membuat penyandang disabilitas termarjinalkan dari penerimaan sosial yang utuh.
Penyandang disabilitas masih sangat jauh dari kata adil (fair), masih banyak penyandang disabilitas yang mendapatkan diskriminasi terkait dengan pemenuhan hak, pendidikan, pekerjaan, falisitas publik seperti transportasi, tempat ibadah, tempat hiburan, serta kedudukan yang sama dimuka hukum.
Para penyandang disabilitas tidak mendapatkan kesempatan yang sama untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri (basic needs), padahal diskriminasi terhadap penyandang disabilitas merupakan pelanggaran HAM (Prakosa,  2011).
Hal lain juga bisa kita lihat pada infrastruktur yang kurang mamadai bagi penyandamg disabilitas. Contohnya dapat dilihat ditempat umum yaitu  halte bus dimana setelah diteliti kondisi ramp (atau disebut juga dengan lerengan)  terlalu curam, tidak bisa diakses kursi roda, dan terlalu sempit.
Selain itu ada permasalahan handrail, tidak adanya penerangan khusus ramp pada malam hari, di beberapa halte tidak tersedia akses ramp, tidak terdapat guiding block bagi tuna netra, beberepa ruang di halte sempit, penempatan kolom halte yang mengganggu ruang gerak, kondisi lantai halte yang tidak sejajar dengan lantai bus (Hendrawan , 2015).
Disabilitas bukanlah suatu penghambat bagi seorang difabel untuk meraih sebuah prestasi akademik maupun non akademik. Dibalik kekurangan fisik seorang difabel mereka masih mempunyai daya kreatifitas dan imajinasi yang tinggi.
Namun kurangnya sarana penyaluran aspirasi kemampuan mereka membuat kemampuan tersebut tidak dapat berkembang. Kemampuan seorang difabel dapat disalurkan melalui berbagai sarana aspirasi yang dapat membantu mengembangkan kreatifitas dan imajinasi mereka. Salah satunya dengan menulis, melalui hal ini seorang difabel dapat mengeluarkan imajinasi dan juga inspirasi yang mereka miliki.
Salah satu wujud perhatian pemerintah ialah Pusat Rehabilitasi Sosial Penyandang Cacat Tubuh, merupakan salah satu pusat rehabilitasi sosial yang memberikan pelayanan sosial bagi penyandang cacat tubuh dalam bentuk rehabilitasi medis, sosial psikologis dan keterampilan.
Mangunsong (1998) yang menyebutkan bahwa orang yang mengalami cacat tubuh jika tidak mampu mengatasi krisis pada dirinya akan mengakibatkan lebih tertekan, menyesali diri terus menerus, marah pada orang yang sehat, tidak mau berinteraksi dengan lingkungannya, akan mengurung diri, mengisolasi diri, curiga terhadap setiap orang karena merasa akan diejek, dihina sehingga mereka merasa tidak aman. Guna meningkatkan kualitas hidup para
penyandang cacat maka mereka membutuhkan upaya pelayanan dan rehabilitasi sosial. Pelayanan dan rehabilitasi baik dari segi medis maupun sosial merupakan upaya penting untuk membantu mengembalikan fungsi sosial penyandang cacat.
Fasilitas untuk penyandang cacat di tempat umum hampir tidak ada, seperti jalur khusus, toilet dan boks telepon bagi pengguna kursi roda.(Departemen Sosial, 2008) sebaiknya pemerintah lebih memperhatikan kenyamanan infrastruktur bagi penyandang disabilitas karena hal tersebut merupakan salah satu hal terpenting karena digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Jadi bisa disimpulkan bahwa kaum disabilitas tidak terlalu diberikan sebuah kenyamanan yang seharusnya mereka miliki, pastinya mereka tidak memilih untuk hidup dalam kekurangan sehingga kita sebagai masyarakat umum yang sehat keadaan fisiknya seharusnya dapat membantu mereka agar mereka dapat menjalani kehidupan yang lebih mandiri.
Hal ini juga akan sangat membantu semuanya ketika para disabilitas dapat hidup layaknya seperti masyarakat umum lainnya, pastinya akan memberikan sisi positif dalam masyarakat itu sendiri di masa yang akan datang dan mereka dapat mengembangkan potensi-potensi yang mereka miliki.
Hal-hal lain yang dapat dilakukan Pemerintah ialah dengan menambahkan pembangunan infrastruktur yang lebih memadai, contohnya ialah dengan memberikan penghalang di trotoar sehingga tidak ada lagi kendaraan sepeda dua yang dapat melalui jalan tersebut.
Hal ini pastinya akan sangat membantu penyandang disabilitas untuk menggunakan alat transportasi publik dan juga memudahkan yang menggunakan kursi roda untuk melalui jalan trotoar tersebut.
Juga sudah ada desain mobil bagi kaum penyandang disabilitas yang dapat mereka gunakan dengan fitur-fitur yang telah di desain sehingga bisa digunakan oleh mereka.
Salah satu desain tersebut ialah dengan memberikan semua kendali untuk menyetir mobil tersebut di tangan dan kursi yang dapat keluar dan masuk secara otomatif sehingga untuk mereka yang tidak menggunakan kaki dapat mengendarai kendaraan roda empat secara mandiri dan tidak memerlukan bantuan dari masyarakat sekitar.
Oleh karena itu dengan memberikan kemudahan untuk para kaum disabilitas, akan meningkatkan hasil produktivitas yang mungkin sebelumnya terhambat dikarenakan tidak adanya alat yang dapat membantu mereka untuk melakukan hal tersebut.
Jadi dengan memberikan hal yang bisa membantu mereka, pastinya akan memberikan efek yang positif juga terhadap kehidupan masyarakat.
Penulis adalah: Mahasiswa Psikologi Unsyiah, Banda Aceh

BERITA TERBARU

- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT
Rekomendasi untuk Anda