Islam Membawa Damai dan Sejahtera

-

- Advertisment -

Islam Membawa Damai dan Sejahtera

Ilustrasi | Foto: Berita Santri

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Masjid Babul Maghfirah Gampong Tanjung Selamat, Kec. Darussalam, Kab. Aceh Besar kembali menggelar kegiatan ceramah agama atau yang diberi nama “Surah Hari Ini” di masjid gampong setempat, Rabu (1/5/2019).
Kegiatan ini diadakan bertepatan 26 Sya’ban 1440 H. Surah merupakan singkatan Subuh Maghfirah.
Diawali dengan shalat subuh berjamaah, seluruh warga Gampong Tanjung Selamat tampak khusyuk dan antusias mengikuti tausiyah yang disampaikan oleh Tgk Muhammad Daud Hasbi, M. Ag. dengan tema Islam Membawa Damai dan Kesejahteraan.
Muhammad Daud Hasbi merupakan salah seorang tokoh agama dan pendidikan yang disegani di Provinsi Aceh. Abi Daud begitu akrab dipanggil pernah menjadi Kepala Kankemenag Kota Lhokseumawe, Pimpinan Dayah Jeumala Amal di Pidie Jaya dan saat ini beliau tercatat sebagai Ketua Pengurus Besar (PB) Persatuan Dayah Inshafuddin Periode 2015-2020.
Dalam tausiyahnya, Tgk Daud mengingatkan para jamaah bahwa hidup manusia di dunia ini hanya sementara, pada saatnya nanti semua akan dikembalikan kepada bentuk asalnya.
“Manusia itu berasal dari tanah maka ia akan dikembalikan ke bentuknya yang semula,” kata Tgk Daud.
Kemudian Tgk Daud mengutip sebuah Firman Allah dalam surat Ali Imran 185 yang artinya “setiap yang bernyawa akan merasakan mati”. (QS, 4:185)
Kata Tgk Daud, tidak ada yang bisa lari dari yang namanya kematian. Setiap orang boleh saja ia sangat takut kepada kematian, namun yakinlah bahwa mau tidak mau, suka tidak suka, kematian itu akan datang menghampiri setiap manusia.
Oleh karena itu sebelum ajal itu tiba, dan Malaikat Izrail datang mencabut nyawa dengan wajah yang sangat mengerikan, maka perlu mempersiapkan diri dengan baik agar harapan hidup bahagia di dunia dan akhirat akan tercapai.
“Islam adalah agama yang damai, agama yang membawa umat manusia kepada kebahagiaan dunia dan akhirat,” sebut Tgk Daud dalam ceramahnya.
Namun, kata Tgk Daud, kebahagiaan itu tidak datang dengan sendirinya. Manusia harus melakukan berbagai upaya, tidak ada yang mudah untuk mencapai khusnul khatimah, sebagai balasan atas semua perbuatan baik yang dikerjakan oleh seseorang selama hidup di dunia.
“Kita harus senantiasa membiasakan diri hidup selalu dalam kebaikan agar hal itu bisa terwujud,” katanya.
Untuk mencapai khusnul khatimah kemudian, Tgk Daud membagikan beberapa tips atau ikhtiar yang dapat dilakukan oleh para jamaah yang hadir.
Hidup selalu dalam beribadah
Ibadah yang dimaksud di sini adalah dalam arti luas. Artinya segala sesuatu yang berhubungan dengan pengabdian hamba kepada sang Khaliq dan hubungan antar manusia.
Dalam hubungannya dengan Allah Swt sebagai sang Pencipta, manusia harus senantiasa selalu melakukan shalat, zikir, puasa, menunaikan zakat, dan selalu meminta pengampunan Nya. Ibadah shalat yang dilakukan juga haruslah memenuhi kaidah benar baik dalam ucapan atau bacaan, maupun gerakan atau perbuatan sebagaimana tuntunan agama.
Apalagi menjelang bulan puasa, bulan di mana pintu keberkahan dibuka seluas-luasnya bagi mereka yang mau memanfaatkan seluruh waktu untuk beribadah selama bulan suci tersebut.
Karenanya ummat Islam harus menyambut bulan penuh keagungan tersebut dengan hati gembira dan bahagia. “Tidak boleh kita merasa terganggu dengan kedatangan bulan Ramadhan,” ujar Tgk Daud.
“Kita tidak boleh marah karena kedatangan bulan puasa, sebab tidak ada tempat makan nasi. Tapi kita harus senang, hati gembira kita sambut Ramadhan,” katanya lagi.
Oleh karena itu penceramah mengajak para hadirin untuk membersihkan jasmani (fisik/tubuh) melalui shalat, wudhuk, dan memakan makanan yang halal, lalu membersihkan hati pada bulan Sya’ban dan kemudian masuk pada bulan Ramadhan sebagai sarana untuk membersihkan jiwa.
“Hanya dengan cara itu seluruh amalan ibadah manusia akan diterima, tentu saja diiringi dengan keikhlasan,” sebut Tgk Daud.
Selalu mendengar tausiah
Tgk Daud menjelaskan, tausiah atau ceramah sangatlah penting bagi umat Musliam. Tausiyah menjadi sarana belajar bagi para jamaah agar selalu menjadi yang terbaik dalam beribadah.
“Melalui ceramah yang disampaikan oleh para ustaz kita mendapatkan ilmu pengetahuan agama sehingga kualitas ibadah menjadi lebih bagus,” tutur Tgk Daud. []

BERITA TERBARU

- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT
Rekomendasi untuk Anda