DPRA: Bebaskan 23 Nelayan Aceh di Myanmar

-

- Advertisment -

DPRA: Bebaskan 23 Nelayan Aceh di Myanmar

Iskandar Usman Al-Farlaky, Ketua Fraksi PA DPR Aceh

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH- Ketua Fraksi Partai Aceh Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA)  Iskandar Usman Al-Farlaky meminta kepada Pemerintah Aceh agar segera mencari solusi terkait adanya 23 nelayan asal Aceh Timur yang kembali terdampar di perairan Myanmar beberapa waktu yang lalu.
“Kita berharap kepada pemerintah Aceh jangan hanya diam, harus segera mengambil langkah-langkah konkrit dalam rangka mencari solusi terhadap nelayan Aceh Timur yang terdampar di Myanmar,” ujarnya, Rabu sore 6 Maret 2019.
Disampingitu, jika memang pemerintah Aceh tidak mampu mengurus kepulangan para nelayan tersebut, agar segera melakukan rapat bersama dengan DPR Aceh dan pihak terkait, agar persoalan tersebut tidak terkesan dibiarkan.
Iskandarmenyebutkan, selaku anggota DPRA perwakilan Aceh Timur dirinya sudah berkomunikasi langsung dengan Kedubes RI untuk Myanmar, seraya meminta pihak Kedubes pro aktif sebagaimana pembebasan para nelayan asal Aceh Timur sebelumnya.
“Kita sampaikan apreasiasi kepada Kedubes RI untuk Myanmar atas pembebasan nelayan kita sebelumnya. Namun kita berharap 23 nelayan yang kembali ditangkap dapat diupayakan bebas. Keinginan ini sudah saya sampaikan via WA kepada Kedubes kita disana,” ujar Al Farlaky.
“Beberapa waktu yang lalu, pemerintah Aceh bersama Kadubes RI untuk Myanmar sudah berhasil memulangkan 14 nelayan Aceh Timur, kenapa sekarang terkesan diam tidak peduli,” katanya lagi.
Ia juga mendesak agar pemerintah Aceh menyampaikan ke Publik jika ada kendala dalam hal mengupayakan pemulangan kembali sebanyak 23 nelayan asal Aceh Timur tersebut.
“Jika ada persoalan, ya mereka seharusnya menyampaikan ke kami (DPRA) atau ke publik agar tidak menimbulkan pertanyaan besar,”.
Terlebih keluarga para nelayan, tentunya menumpukan harapan besar kepada pemerintah agar para nelayan tersebut segera dipulangkan.
Sebelumnya diberitakan, Angkatan Laut Myanmar dilaporkan kembali menangkap  satu unit kapal ikan asal Idi, Aceh Timur karena memasuki wilayah perairan negara tersebut secara ilegal pada 6 Februari 2019.
Penangkapan kapal nelayan asal Idi itu merupakan kasus kedua dalam beberapa bulan terakhir setelah pada November 2018 pihak keamanan negara tersebut juga menangkap sebuah kapan nelayan KM Bintang Jasa dengan 16 awak termasuk seorang di antaranya meninggal dunia.
Setelahmelalui proses penjang melibatkan aparat pemerintahan Indonesia-Myanmar akhirnya pada 26 Januari 2019, pemerintah Myanmar memberi pengampunan terhadap 14 awak KM Bintang Jasa

BERITA TERBARU

- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT
Rekomendasi untuk Anda