BKSDA Sita Owa dan Siamang di Aceh Utara

-

- Advertisment -

BKSDA Sita Owa dan Siamang di Aceh Utara

Owa (Hylobates agilis) yang berhasil dievakuasi tim gabungan BKSDA Aceh di Dewantara, Aceh Utara, Kamis (8/8/2019). (Foto: Al Qauvan/Klikkabar.com)

KLIKKABAR.COM, ACEH UTARA – Tim gabungan Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh berhasil mengamankan dua ekor satwa yang dilindungi di kawasan Aceh Utara, Provinsi Aceh, Kamis (8/8/2019).
Kepala BKSDA Aceh Sapto Aji Prabowo, S.Hut, M.Si saat dikonfirmasi Klikkabar.com mengatakan, kedua satwa yang diamankan yakni Siamang (Symphalangus Syndactylus) berjenis kelamin betina dan Owa (Hylobates agilis) berjenis kelamin jantan.
Dikatakan Sapto, kedua satwa tersebut diperkirakan berusia masing-masing sekitar 3 tahun dan selama ini dipelihara oleh Azhari, warga Desa Tambon Baroh, Kec. Dewantara, Kab. Aceh Utara.
“Pengakuan warga yang memeliharanya selama ini, kedua satwa tersebut didapatkan dari hutan di kawasan Gunung Salak beberapa waktu lalu,” kata Sapto, Kamis (8/8) siang.

Baca Juga: Klaim Sawit Tak Rusak Hutan, Plt Gubernur Aceh Asbun?

Setelah mendapatkan infromasi dari masyarakat, tim BKSDA dibantu Polsek Dewantara, FFI dan tim medis PKSL FKH Unsyiah berhasil mengevakuasi Siamang dan Owa dari pemiliknya setelah bersedia menyerahkannya secara sukarela.
Sapto menambahkan, kedua satwa yang dilindungi karena terancam punah itu langsung dibawa ke kantor BKSDA di Banda Aceh untuk menjalani perawatan.
Selain itu, Sapto juga mengimbau masyarakat untuk tidak menangkap, memelihara dan memperjualbelikan satwa yang dilindungi sebagaimana diatur didalam UU Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.
“Bagi masyarakat yang ingin menyerahkan satwa, jangan takut karena tidak ada konsekuensi apapun. Kesadaran masyarakat sekarang juga sudah tinggi, hal ini tidak terlepas dari peran media yang selama ini selalu mengedukasi dengan pemberitaan mengenai satwa yang dilindungi,” pungkas Sapto Aji Prabowo.

Lihat Juga: Saat Rocky Curhat Soal Gajah Sumatera
Menguak Kerusakan Suaka Margasatwa Rawa Singkil
Tembaki Orangutan ‘Hope’ 74 Kali, Pelaku Hanya Disanksi Sosial

BERITA TERBARU

- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT
Rekomendasi untuk Anda