Home / ACEH / Kloter 7 Tiba di Aceh, Satu Jemaah Dirawat di Mekkah

Kloter 7 Tiba di Aceh, Satu Jemaah Dirawat di Mekkah

Jemaah haji Aceh kloter 7 turun dari pesawat saat tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar, Aceh, Senin (9/9/2019). (Muhammad Fadhil/Klikkabar.com)

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Satu jemaah haji Aceh yang tergabung dalam kloter 7 gagal pulang ke Tanah Air karena sakit. Jemaah yang bernama Mat Budin bin Abdul Latif itu masih dirawat di Rumah Sakit (RS) King Faisal, Mekkah.

Mat Budin, 99 tahun dari Kabupaten Aceh Tamiang merupakan jemaah tertua se-Aceh tahun ini. Ia dirawat di RS King Faisal sejak 18 Agustus lalu karena didiagnosa menderita radang paru-paru, gagal ginjal kronis (CKD) dan detak jantung yang tidak teratur. Saat ini ia sedang dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU) rumah sakit tersebut.

“Tidak ada jemaah kita yang wafat, tapi masih ada satu yang dirawat di RS King Faisal atas nama Mat Budin, jemaah yang paling tua dari semua kloter,” ujar Daud Pakeh kepada wartawan di Banda Aceh, Senin (9/9/2019) malam.

Jemaah haji kloter 7 telah tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda Blang (SIM) Bintang, Aceh Besar, Aceh, Senin 9 September 2019 malam.

Amatan Klikkabar.com, pesawat yang membawa 391 jemaah itu mendarat di Bandara SIM sekira pukul 22.12 WIB. Begitu pintu pesawat dibuka, satu per satu bus langsung menghampiri dan berada di sisi kiri badan pesawat. Para jemaah pun turun dan kemudian menaiki bus tersebut.

Jemaah kloter 7 ini berasal dari Kota Banda Aceh, Langsa dan Kabupaten Aceh Tamiang. Setelah mendarat di Bandara SIM, para jemaah dibawakan ke asrama haji Debarkasi Aceh untuk prosesi pelepasan. Lalu, mereka kembali ke daerah masing-masing.

Jemaah haji Aceh kloter 7 berada di dalam bus dan bersiap-siap berangkat ke Asrama Haji Debarkasi Aceh saat tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar, Aceh, Senin (9/9/2019) malam. (Muhammad Fadhil/Klikkabar.com)

Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi/Debarkasi Aceh, M Daud Pakeh menyebutkan, selain adanya satu jemaah yang gagal pulang, juga ada dua jemaah atas nama Syamsul Bahri Sikep dan Nilawati Marimin Sutoruno mutasi keluar dan telah kembali bersama kloter 2, Rabu 4 September 2019 lalu.

Kemudian, satu jemaah dari kloter 10, Aisyah Angkasah Teuku Adat mutasi masuk dan ikut pulang bersama kloter 7.

“Pada kloter 7 ini ada beberapa jemaah yang butuh pelayanan lebih seperti kurang sehat, dan kita siapkan ambulance,” kata Daud Pakeh.

Maya Sofia, panitia kesehatan Debarkasi Aceh menyebutkan bahwa ada empat jemaah kloter 7 yang dirujuk ke Rumah Sakit Umum dr Zainal Abidin (RSUZA), dan lima orang dirawat di klinik kesehatan asrama haji.

Mereka yang dirujuk adalah Zulfikar bin M Ali Assaidy, 46 tahun dan Mardiana, 53 tahun dari Banda Aceh, serta Rosmawati A Aziz, 52 tahun dan Zaiyah S, 55 tahun dari Aceh Tamiang.

“Empat orang kita rujuk ke RSUZA untuk mendapat rawatan lanjutan,” tutur Maya.

Sementara, Juru Bicara Pembantu Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPPIH) Debarkasi Aceh, Muhammad Nasril menyebutkan, dengan kembalinya 391 jemaah kloter 7, maka jumlah jemaah haji Aceh yang telah tiba di Tanah Rencong sebanyak 2.730 orang.

“Jemaah kita di Arab Saudi tinggal 1.922 orang lagi, karena 14 orang telah meninggal dunia. Insya Allah, Rabu 11 September 2019 dini hari, jemaah kita dari kloter 8 juga akan tiba di Aceh,” katanya. []

MUHAMMAD FADHIL