Home / ACEH / Komplotan Curanmor di Aceh Timur Nyamar Jadi Tamu di Pesta Pernikahan

Komplotan Curanmor di Aceh Timur Nyamar Jadi Tamu di Pesta Pernikahan

Ilustrasi barang bukti sepeda motor curian yang diamankan di Mapolres Aceh Timur. (Zamzami Ali/Klikkabar.com)

KLIKKABAR.COM, ACEH TIMUR – Selama 20 hari pelaksanaan Operasi Sikat Rencong 2019, polisi berhasil mengamankan lima orang pelaku tindak pidana pencurian sepeda motor (curanmor) dari berbagai tempat di wilayah hukum Polres Aceh Timur.

Selain mengamankan kelima pelaku, anggota dari Satuan Reserse dan Kriminal Polres Aceh Timur juga berhasil mengamankan 12 unit sepeda motor (sepmor) hasil kejahatan pelaku.

Kapolres Aceh Timur AKBP Wahyu Kuncoro didampingi Wakapolres Kompol Warosidi mengatakan, kelima pelaku yang ditangkap berinisial MW (32), MT (29) dan ST (28), ketiganya warga Paya Seungat, Kec. Peureulak Barat serta  SB (20) dan AA (23), warga Peunaron Baru, Kec. Peunaron.

Dijelaskannya, 1 dari 5 pelaku merupakan pelaku utama yakni MW yang telah melakukan pencurian sebanyak 17 kali baik di dalam maupun di luar wilayah hukum Polres Aceh Timur dan pengakuan dari para pelaku, hasil kejahatan mereka jual dengan kisaran harga 2,5 juta sampai dengan 3 juta tergantung model dan kondisinya.

“Modus para pelaku melakukan aksinya dengan cara menyamar sebagai tamu undangan di acara pernikahan atau perkawinan warga,” kata Wahyu saat konferensi pers di Mapolres setempat, Jum’at (30/8/2019)

Selain barang bukti berupa sepeda motor petugas dikatakan Wahyu juga menyita beberapa peralatan yang diduga sebagai alat melakukan aksi kejahatanya diantaranya kunci Letter T, besi runcing dan kunci pas.

“Para pelaku akan dijerat dengan pasal 363, angka ke, 4e,5e KUHP dengan ancaman hukuman 7 (tujuh) sampai dengan 9 (sembilan) tahun penjara,” jelasnya.

“Kemudian, bagi masyarakat yang merasa kehilangan sepeda motor agar mendatangi Polres Aceh Timur dengan menunjukan dokumen asli kepemilikan kendaraan, seperti Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK),” pungkasnya.

Lihat Juga: KKB di Aceh Timur Diduga Bagian dari TAM

Misteri Kematian Johansyah, Buronan Bersenjata di Aceh

Terkuak, Fakta Amuk Massa hingga Bakar Mapolsek Bendahara