Kondisi Hotel Roa-roa pasca gempa 7,4 SR di Palu, Sulawesi Tengah. Foto diambil Minggu (30/9/2018). (Azwar Ipank/Klikkabar.com)
KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Presiden Joko Widodo mengakui adanya potensi gempa berkekuatan 9,0 Skala Richter (SR) atau Megathrust di Selatan Jawa.
Namun demikian, ia mengingatkan yang namanya genpa bumi itu tidak bisa dihitung maupun diperkirakan terutama waktunya.
“Oleh sebab itu, saya sudah perintahkan kepada BNPB, kepada Menko untuk mempersiapkan masyarakat terutama proses-proses evakuasi. Sudah kita lakukan,” kata Jokowi di sela-sela menghadiri acara Gathering Keluarga Kabinet Kerja Solidaritas Tanpa Batas di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Minggu (4/8).
Disebutkannya, saat ini masyarakat mulai diberikan edukasi. Ia menunjuk saat terjadi gempa berkekuatan 6,9 SR di Banten, Jum’at (2/8) malam, sudah ada sebuah lompatan yang baik dari segi proses-proses evakuasi.
“Tapi bahwa kepanikan ada. Namanya gempa pasti membuat masyarakat panik,” ujarnya.
Baca Juga: BMKG Imbau Masyarakat Tenang Hadapi Isu Megathrust
Tidak Percaya Isu
Sebelumnya Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kembali menegaskan, bahwa gempa besar berkekatan Magnitute 9,0 Skala Richter (SR) atau Megathrust hingga saat ini belum dapat diprediksi oleh siapapun, kapan, dimana dan berapa kekuatannya.
Untuk itu, BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang menanggapi berkembangnya berita yang viral di media sosial bahwa akan terjadi gempa besar berkekuatan Magnitute 9,0 pasca terjadinya gempa 6,9 SR yang mengguncang Banten.
“Masyarakat diimbau agar tetap tenang namun waspada dan tidak percaya kepada isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono.
Lihat Juga: SBY Curhat, Kenang Gempa dan Tsunami Aceh
KlikKabar.com Jujur Mengabarkan