CEO PT. Trans Continent Ismail Rasyid dalam agenda Halalbihalal dan Forum Silaturahmi Aceh Meusapat, Ahad (30/6/2019).
KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Perusahaan ekspedisi alat berat dan zat kimia PT. Trans Continent yang berkantor di Jakarta siap berinvestasi di Aceh. Untuk itu, pemerintah bisa segera membuat kebijakan yang menghidupkan pelabuhan laut, menata dan mereview kembali program-program untuk pengembangan bandar udara sehingga bisa dijadikan hub distribution untuk barang-barang / komoditi yang dihasilkan dari Aceh , serta mobilisasi penduduk untuk segala aktivitas bisnis, plus infrastruktur pergudangan .
“Sebagai putra daerah, saya mempunyai komitmen untuk ikut serta bersinergi dengan program Pemerintah Aceh mewujudkan Aceh Hebat. Saya melalui bendera PT. Trans Continent akan segera memulai pembangunan Pusat Logistik berikat seluas 10 hektar di Kawasan Industri Aceh di Ladong (KIA-Ladong),” papar CEO PT. Trans Continent Ismail Rasyid dalam agenda Halalbihalal dan Forum Silaturahmi Aceh Meusapat, Ahad (30/6/2019).
Dalam acara yang dihadiri oleh tokoh Aceh, pengusaha nasional asal Aceh dan lain-lain, Ismail mengajak , semoga rekan rekan warga Aceh di luar akan tergerak memulai sesuatu yang ril di Aceh dan akan menjadi acuan bagi para investor lainnya untuk melakukan investasi di Aceh .
“Ya kita mulai dari sendiri agar investor lain mau berinvestasi di Aceh,” ajak Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unsyiah Jakarta periode 2019-2024.
Ismail menguraikan perkembangan dan pergerakan geliat IKM Aceh sudah bagus dan bisa diandalkan. Namun perlu dukungan pemerintah dan investor swasta , lembaga keuangan dan lembaga pelatihan lainnya untuk bersinergi demi percepatan pertumbuhan ke depan yang berkaitan dengan hal-hal seperti proses standarnisasi (SNI , Sertifikasi Halal, dan lain-lain), hygine, labelling, packaging, branding dan promotion yang pada akhirnya mengarah kepada pemasaran produk yang berkualitas agar bisa bersaing di tingkat nasional atau ekspor.
“Alumni Unsyiah di Jakarta siap memfasilitasi IKM Aceh memasarkan produk-produk itu di Jakarta maupun daerah lainnya secara bertahap serta untuk ekspor,” ajaknya.
Alumni Fakultas Ekonomi Unsyiah ini menyorot peran lembaga keuangan/b ank sangatlah penting dalam proses tersebut , sehingga persoalan klasik yaitu problem finansial bisa diatasi. Namun dalam hal ini pihak bank memberikan modal, pembinaan tentang tata cara penggunaan dan pencatatan pembukuan yang baik sesuai dengan standar akutansi Indonesia dan memenuhi standar perbankan .
“Harapan kita Bank Aceh bisa segera buka cabang di Jakarta sehingga transaksi tersebut bisa benar- benar saling menguntungkan antara pihak bank dan IKM akan memberikan efek dalam perputaran uang antar Aceh dan Jakarta ,” ajak Ismail yang memiliki kantor cabang PT. Trans Continent di Perth Australia dan 20 kantor cabang di Indonesia.
KlikKabar.com Jujur Mengabarkan