Home / BERITA TERBARU / Staf Khusus KLHK: PLTA Batangtoru Dukung Konservasi Lingkungan

Staf Khusus KLHK: PLTA Batangtoru Dukung Konservasi Lingkungan

Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru di Tapanuli Selatan, Sumatra Utara. (Foto: AFP)

KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Staf Khusus Kementerian Lingkuhan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Laksmi Dewanti mengatakan bahwa Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batangtoru di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, aktif mendukung konservasi.

Laksmi mengatakan lewat program corporate social responsibility (CSR) telah mampu menggerakkan partisipasi masyarakat, khususnya petani kopi Tapsel, dalam pelestarian lingkungan.

“Alam kita sudah rusak dan harus segara diperbaiki. Jangan sampai generasi kita yang menanggung akibatnya. Mari kita wariskan alam yang asri kepada mereka,” kata Laksmi pada pembukaan Indonesia Green Growth & Sustainability Expo 2019 di Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang, Jawa Timur, Rabu (26/6).

Lakami bersama Wali Kota Malang Sutiaji dan Wakil Rektor UNM mengunjungi stand PLTA Batangtoru di acara itu. Mereka melihat langsung sajian produk Kopi Arabika Sipirok hasil racikan roster dan barista andal dari Tapsel, Bambang Heri Santoso, Erwinsyah Siregar dan Suryadi.

Semwntara itu Public Relation PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE) Dede Wafiza Ashia mengatakan, pihaknya sedang membangun pembangkit listrik ramah lingkungan berkapasitas 510 Mega Watt (MW) di Sungai Batangtoru, Tapsel.

Selain menciptakan sumber energi baru terbarukan, pihak perusahaan sangat peduli pada upaya pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Dipilihnya petani kopi sebagai salah satu komunitas yang mendapat pembinaan dari perusahaan, karena Kopi Arabika Sipirok memiliki karakteristik unik. Yakni, budidayanya harus didukung oleh iklim dan alam yang asri.

Kopi Arabika Sipirok tumbuh baik apabila dinaungi pohon pelindung. Agar kopi yang ditanamnya berhasil dengan baik, maka petani kopi menjaga iklim dan lingkungan agar tetap asri. Tidak menebangi pohon dan bahkan menanami bibit baru.

“Pecinta kopi mancanegara yang datang ke Tapsel menyebut Kopi Arabika Sipirok ini forest cofee atau kopi hutan. Upaya menjaga dan melestarikan alam oleh para petani kopi ini sangat sejiwa dengan PLTA Batangtoru, butuh lingkungan yang asri guna mendukung ketersediaan air sebagai nyawa utama PLTA,” jelasnya. (Sindonews)

Lihat Juga: Peta Pertambangan Emas di Aceh

Pemerintah akan Reklamasi 7.000 Hektar Bekas Tambang

Menguak Kerusakan Suaka Margasatwa Rawa Singkil