Home / BERITA TERBARU / Donald Trump Buka Puasa Bersama di Gedung Putih

Donald Trump Buka Puasa Bersama di Gedung Putih

Presiden AS Donald Trump memberikan sambutan saat acara buka puasa bersama di Gedung Putih, Senin (13/5/2019). (Foto: Leah Millis/REUTERS)

KLIKKABAR.COM, WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menggelar acara buka puasa bersama untuk dengan diplomat muslim dari berbagai negara di Gedung Putih, Washington, Senin (13/5) malam waktu setempat.

Sikap toleransi ini sudah dipraktikan setidaknya sejak era pemerintahan Bill Clinton (1993-2001). Dalam kesempatan itu Trump mengatakan, saat ini umat beragama di seluruh dunia sedang menghadapi masa yang sulit. Umat muslim diguncang serangan teror di Selandia Baru dan Myanmar, sedangkan umat Kristen di Sri Lanka dan umat Yahudi di California dan Pittsburg, AS.

“Kita perlu melawan kejahatan terorisme dan penganiayaan agama sehingga semua umat beragama dapat beribadah dengan tenang, sembahyang tanpa rasa takut, dan hidup dengan kepercayaan yang mengalir dari dalam hati mereka,” ujar Trump di sela-sela buka puasa bersama, dikutip Sindonews dari Startribune.com.

Trump menambahkan, ramadhan merupakan waktu istimewa bagi umat muslim, khususnya di AS. Tak sedikit warga muslim AS yang membantu warga non-muslim AS, baik materil ataupun moril. Dia juga terkesima dengan keeratan tali persaudaraan antarkeluarga, tetangga dan komunitas umat muslim di negaranya.

“Ramadhan merupakan waktu untuk mengejar harapan, toleransi, dan perdamaian. Semangat inilah yang membawa kita semua (hadirin) berada di Gedung Putih untuk iftar,” kata Trump. “Saya bersyukur kepada Tuhan, semua umat bergama di AS dapat hidup berdampingan dan diberi kebebasan,” tambah Trump.

Sebelum Trump, Presiden Barack Obama (2009-2017) juga sering menggelar acara buka puasa bersama di Gedung Putih. Para tamu biasanya berkumpul di ruang East Wing, tempat penyimpanan Alquran milik Presiden Thomas Jefferson, sebelum waktu Maghrib tiba. Muadzin biasanya dari kalangan mahasiswa muslim.

Para tamu lalu menyantap takjil di ruang Grand Foyer dan makan bersama di State Dining Room. Semua makanan yang disajikan diupayakan memenuhi syariat Islam alias halal. Para peserta tidak semuanya berasal dari perwakilan, tapi juga termasuk staf Gedung Putih, pegawai negeri sipil (PNS), dan warga muslim AS.

Baca Juga: Trump Habiskan 60% Waktu Kerjanya untuk Bersantai

Burger Isi Ganja Dijual Bebas di Restoran Ini

Kisah Pasangan Unik yang Hidup di Mobil dan Anti Sampah Plastik