Home / BERITA TERBARU / Catatan dari Siprus; Bisnis dan Pariwisata

Catatan dari Siprus; Bisnis dan Pariwisata

Ismail Rasyid, SE (CEO Trans Continent. [Foto: Dokumen pribadi]

Oleh: Ismail Rasyid, SE (CEO Trans Continent)

Setelah menempuh perjalanan yang melelahkan dari Jakarta-Singapura-Amsterdam dan berakhir di Siprus, penulis menghabiskan waktu belasan jam terbang ke Siprus untuk menghadiri pertemuan tahunan Mengikuti Worldwide Annual Meeting for Networking Group of Logistics Company sejak 7-10 April 2019.

Penulis melalui bendera Trans Continent telah menjadi anggota organisasi internasional itu sejak 2011.  Pertemuan itu diikuti oleh perusahaan pengiriman logistik dunia yang diakui profesional. dalam pertemuan itu,  dirumuskan berbagai kebijakan standar pengiriman hingga SOP keamanan. Maklum pengiriman bahan-bahan kimia yang tidak memenuhi SOP bisa membahayakan lingkungan hidup.

Setiap tahun, penulis menjadwalkan mengikuti pertemuan dunia yang menyatukan pengusaha logistik dari seluruh dunia bertatap muka. Melalui pertemuan itu, terbuka peluang menguak wawasan dan membuka jaringan. Dalam dunia bisnis, jaringan adalah bagian penting yang harus dimiliki oleh setiap pengusaha. dari jaringan kerja, pengusaha memperoleh informasi.

Dengan menghadiri secara regular annual meeting, bisa memperkuat hubungan bisnis yang telah berjalan/ partnership dengan mitra yang sudah ada, membangun jaringan baru dengan anggota grup yang baru bergabung sekaligus bisa melihat langsung perkembangan infrastruktur di beberapa region seperti Uni Eropa, sistem dan alat transportasi, regulasi di bidang terkait yang sangat perlu untuk dipelajari, sehingga mudah bagi setiap anggota untuk bertukar informasi secara langsung dan ini tentunya akan memperlancar bisnis dan pengembangannya ke depan.

Hasilnya, selama menjadi anggota itu, penulis memperoleh networks internasional, pengembangan teknologi dan sistem kerja secara global di bidang logistik yang sangat sensitif. Melalui manajemen logistik, penulis menjangkau seluruh dunia dengan pelayanan cepat serta efisien, and on time delivery.

Globalinks meliputi 5 benua, beranggota 196 perusahaan dari 96 negara.  Konferensi dan pertemuan rutin seluruh anggota diadakan setiap tahun di negara berbeda. Trans Continent menjadi salah satu kontributor dalam setiap diskusi di Group yang berkaitan dgn Project Cargo, Heavy Lift, Handling and Transport barang barang berbahaya

Penulis terkesima dengan negara kecil ini yang tidak memiliki  sumber daya alam yang kaya seperti Aceh tanoh kelahiran penulis. Di Aceh, mayoritas daerah memiliki sumber tambang emas, tembaga, bahan baku semen, gas dan sebagainya. sebaliknya, Siprus adalah negara kecil  kepulauan di Laut Mediteraniadi antara Eropa dan Timur Tengah.

Negara mungil ini hanya berpenduduk sekitar 1, 2 juta jiwa di sebelah selatan Turki sejauh 113 km dan sebelah barat Syiria sejauh 120 km. Mengutip data PBB, Siprus adalah negara dengan PDB tinggi dan penduduk yang bekerja mendapatkan gaji per bulan €.1,600-€.2,500 atau sekitar minimal Rp 30 juta/bulan.

Siprus terbagi dua, utara dan selatan. Republik Siprus (Siprus selatan) memakai bahasa Yunani sebagai bahasa resmi dan  agama mayoritas penduduknya Kristen Ortodoks. Sedangkan, Siprus utara berbahasa Turki dan penduduknya mayoritas Islam.

Di sela-sela konferensi yang melelahkan, penulis melawat ke  tempat bersejarah. Bukankah jauh berjalan banyak dilihat. Rekan penulis warga Siprus menuturkan salah satu sumber penerimaan pendapat negaranya dari pariwisata, dimana kehidupan mereka sebahagian besar di selatan lebih dominan pengaruh dari Turki dan sebelah utara lebih ke Yunani.

Siprus menjadi negara tujuan meeting Globalinks tahun ini. meeting sekaligus mendapatkan orientasi geografis, ekonomis bagi peserta serta tempat tujuan yang sangat rileks dan didukung oleh infrastruktur yang sangat baik bagi pariwisata.

Sejatinya panorama pantai negara ini seperti di Sabang, Lhoknga dan lain-lain. Negara dengan pantai yang indah ini ditunjang keamanan yang baik serta sangat nyaman bagi turis.

Siprus yang berarti tembaga kualitas terbaik terus mengeliat melalui wisata-wisata masa lalu serta menjadikan negara itu tempat pertemuan dunia untuk mengikuti rapat, menikmati kuliner dan pariwisata. Bisnis tersebut tetap akan terus hidup sepanjang manusia bernapas. Peluang menguras isi kantong turis mancanegara dan domestik.