
Oleh: Cut Putri Alyanur [Kasubbid Promosi dan Pameran Badan Penghubung Pemerintah Aceh]
KLIKKABAR.COM, RAJA AMPAT – Kala itu jam menunjukkan pukul 7 WIT, Jumat 29 Maret 2019, semua peserta Rapat Kerja Nasional Badan Penghubung Pemerintah seluruh provinsi sudah siap menuju Raja Ampat, satu tujuan wisata yang difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Papua Barat untuk dikunjungi, atas inisiasi dari Kepala Badan Penghubung Provinsi Papua Barat, Ibu Juliana dan jajarannya.
Rombongan beranjak dari Swissbell Hotel 10 menit menuju pelabuhan perikanan Sorong untuk selanjutnya mengarungi laut lepas selama 3 jam perjalanan.
Semua peserta dalam gaya dan perasaanya masing-masing yang riang, yang takut karena berada di laut lepas dan yang tangguh sebagai anak laut. Bersama menuju lokasi wisata yang sudah dipersiapkan untuk dikunjungi
Spot kunjungan pertama adalah Piaynemo yang sangat eksotis, membuat degub jantung berpacu tak beraturan, ketika berusaha menggapai puncaknya Piaynemo…
Nggak percaya?
Harus percaya..dan buktikanlah ..
Indah sekali Negeri Surgawi itu..
Lalu ada pasir timbul yang keberadaanya pun harus bersahabat dengan pasang surut air laut.
Dia ada ketika air laut surut ..
Dan kita bisa merasakan lembut nya pasir putih bak ice cream vanila yang nikmat, saat kedua kaki ini menyentuh dasar laut yg terhampar ke permukaan laut dalam durasi tertentu. Seiring dengan pasang surutnya air laut , terhampar luas dan tanpa tepi tanpa batas .. Semua makhluk harus toleransi untuk segera naik ke kapal karena pasir akan tersapu air laut yang semakin meninggi.
Negeri mana lagi selain Negeri yang indah ini yang sangat pantas kita cintai . sampai batas janji Tuhan ..
Ada teluk Kabui,
Ada pula
Batu Pencil yang angkuh dan garang dengan cadasnya. Masyaalah ..Kuasa ilahi berperan dimanapun, Dia berkehendak. Semua lokasi yang kita kunjungi ini dipelihara dengan sangat baik oleh masyarakat adat dan atas kerjasama serta perhatian Pemerintah Daerah.
Tak satu jua terdapat barang limbah hasil kunjungan wisatawan yang berkejaran di lautan untuk tersapu ke bibir pantainya .
Ada Desa wisata arborek
Terkenal dengan ikan bawah laut dan karangnya
Lain lagi dengan Pesona molek telaga bintang yang aduhai
Ada friwen pantai yang menawan, saat semua pengunjung turun di tepi pantainya .suguhan pisang goreng Radja yang sedang di goreng, panas, pakai sambal pedas., disuguhkan di sebuah pulau kecil dalam rangkaian laut besar.
Ada kopi asli Sorong namanya kopi senang .
Sesenang ( gembira ) pengunjung yang selalu riang bersama musik dan lagu lagu Papua yang dinyanyikan dan ditarikan oleh para guide muda santun sebagai anak laut sejati dari putra putri Papua yang mendampingi kami.
Malam mulai menampakkan diri bersama bulan ..dan kita segera memacu boat “pengharapan” agar bisa mengarungi Samudra yang sedang dalam gelombang namun bersahabat ..
Saat itu antara makhluk dan penciptanya semakin nyata
Maka
Nikmat Tuhan yang mana lagikah yang engkau dustakan ?
Bermalam di homestay Mamatua untuk selanjutnya mencicipi gurihnya ikan laut segar, itu adalah anugerah, dan tak lupa pula suguhan kopi Aceh Ulekareng yang menjadi minuman kopi pembanding antara kopi Papua dan kopi Aceh malam itu .
Kontemplasi tentang perjalanan hidup, khilaf dan salah seraya mengharap ampunan Sang Pencipta
Tak terasa
tetes air mata jatuh saat ibadah malam dilakukan, mengharap Ampunan dan Ridha serta berkahnya usia ..
Semua peserta adalah putra putri terbaik bangsa yang hadir untuk berjuang dan bersepakat mengabdikan diri kepada Bangsa dan Negara dan Agama sampai ujung waktu
Pagi yang cerah di 30 Maret , Sabtu itu
Kita kembali ke Kota Sorong, selanjutnya tinggal landas dan kembali ke pelukan tugas pengabdian tanpa pamrih. Ini adalah cerita klasik yang menyentuh ruh dan jiwa ..
Untuk masa depan .
KlikKabar.com Jujur Mengabarkan