Home / BERITA TERBARU / Studi: Jaga Jantung, Kurangi Nonton TV

Studi: Jaga Jantung, Kurangi Nonton TV

KLIKKABAR.COM, JAKARTA –  Studi baru jika ingin jantung sehat, konsumsilah setidaknya seperlima kebutuhan kalori harian dari sarapan dan kurangi menonton TV. Kesimpulan itu diperoleh dari dua studi yang dipresentasikan pada Maret di pertemuan tahunan American College of Cardiology.

Kedua studi didasarkan pada data tentang kebiasaan hidup dua ribu orang Yunani paruh baya dan lebih tua yang juga menjalani tes untuk memeriksa kondisi arteri mereka.

“Mereka yang makan sarapan kaya energi yang mengonsumsi setidaknya seperlima dari kalori harian mereka di meja sarapan memiliki lebih sedikit penumpukan plak lemak dan kekakuan di arteri mereka. Itu dibandingkan dengan orang-orang yang memiliki sarapan kurang kalori atau melewatkan sarapan sama sekali,” kata tim yang dipimpin oleh Sotirios Tsalamandris, ahli jantung di First Cardiology Clinic di National and Kapodistrian University of Athens.

Dilansir Chicago Tribune, sarapan berenergi tinggi biasanya termasuk susu, keju, sereal, roti dan madu, kata para peneliti. Sarapan rendah energi biasanya termasuk kopi atau susu rendah lemak, bersama dengan roti dengan mentega, madu, zaitun, atau buah.

Ketika menonton televisi, orang-orang yang mengatakan mereka menonton lebih dari 21 jam TV sepekan hampir dua kali lebih mungkin untuk memiliki penumpukan plak yang serius di arteri mereka. Lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang menonton TV selama tujuh jam atau kurang dari satu jam per pekan.

Orang-orang yang menonton TV di atas 21 jam per pekan juga 68 persen lebih mungkin untuk memiliki tekanan darah tinggi. Mereka juga 50 persen lebih mungkin memiliki diabetes daripada golongan yang menonton TV tujuh jam atau kurang sepekan.

Ia menambahkan temuan ini menyarankan pesan yang jelas untuk menekan tombol ‘off’ di TV dan meninggalkan sofa Anda. Bahkan kegiatan dengan pengeluaran energi yang rendah seperti bersosialisasi dengan teman atau kegiatan rumah tangga, mungkin memiliki manfaat besar bagi kesehatan dibandingkan dengan waktu yang dihabiskan untuk duduk dan menonton TV.

Memang, banyak penelitian telah menyarankan bahwa tindakan duduk sederhana untuk waktu yang lama akan merusak kesehatan, bahkan bagi orang yang rutin berolahraga. Studi ini juga menunjukkan sarapan berenergi tinggi harus menjadi bagian dari gaya hidup sehat.

“Makan sarapan merupakan lebih dari 20 persen dari total asupan kalori harian mungkin sama atau bahkan lebih penting daripada pola diet spesifik seseorang, seperti apakah mereka mengikuti diet Mediterania, diet rendah lemak, atau pola diet lainnya,” jelas Tsalamandris  dikutip dari republika, Selasa (26/3/2019).