
KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Berdasarkan hasil penelitian Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) tahun 2017, tahun 2016 Program JKN-KIS telah menyelamatkan 1,16 juta orang dari kemiskinan.
JKN-KIS telah melindungi 14,5 juta orang miskin dari kondisi kemiskinan yang lebih parah.
“Keberadaan program ini membuka akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang bermutu, sehingga dapat membantu meningkatkan status kesehatan mereka. Program ini juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya bergotong-royong dalam memelihara dan menjaga kesehatan bersama,” ujar Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris, Jakarta, Selasa (12/03)
Fachmi menuturkan, memasuki tahun ke-6 program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) oleh BPJS Kesehatan, kehadiran program ini semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Hingga 28 Februari 2019, peserta Program JKN-KIS telah mencapai 218.131.552 jiwa, atau mencakup 82,64% dari total penduduk Indonesia. Dari jumlah peserta tersebut sebanyak 44% iurannya ditanggung oleh Pemerintah.
“Program JKN-KIS ikut berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia. Kontribusi total JKN-KIS terhadap perekonomian pada 2016 mencapai Rp 152,2 triliun. Pada 2021, kontribusinya diperkirakan meningkat Rp289 triliun.Dampak JKN-KIS terbesar yakni meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia karena menjadi lebih sehat dan berumur lebih panjang,” jelasnya.
KlikKabar.com Jujur Mengabarkan