Teuku Neta Firdaus (tengah) / IST.
KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Masyarakat Indonesia memiliki kecenderungan memperoleh dan bahkan menjadi kebutuhan akan informasi yang cepat tanpa ada langkah kroscek atau validas. Sehingga banyak yang menjadi sasaran penyebaran berita bohong (hoax).
Selainkurangnya pengecekan isi berita, ada juga oknum yang menjadikan berita bohong menjadi salah satu mata pencahariannya. Mereka melakukan pengeditan dari foto, artikel, hingga video bisa dipelintir isinya.
Demikian kata Direktur Eksekutif The Jokowi Center Teuku Neta Firdaus pada aplikasi pendeteksi hoax dan Inovasi Teknologi Energi (ITE) yang dapat menghemat bahan bakar kendaraan serta mengurangi gas emisi, Sabtu (23/2/2019),
Neta mengatakan peluncuran aplikasi pendeteksi hoax ini agar Pilpres 2019 bisa berlangsung lebih nyaman tanpa adanya berita bohong. Aplikasi melawan hoaks ini akan membantu penegak hukum terkait pelanggaran terhadap Undang-Undang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik).
Penggunaan aplikasi pendeteksi hoax diakses di website The Jokowi Center yang mendeteksi pelaku penyebar berita bohong terkait Pilpres 2019 secara otomatis.
“Peluncuran ini mewujudkan Indonesia menjadi negara terkuat ke-7 di dunia,” katanya.
Neta menuturkan dalam kemajuan teknologi khususnya di bidang teknologi informasi dan telekomunikasi, warga diminta lebih waspada terhadap informasi yang diterima. Bisa jadi itu adalah informasi yang belum tentu kebenarannya yang langsung diambil asumsi kebenaran informasi tersebut.
Di sisi lain, jumlah pengguna internet di Indonesia diproyeksikan tembus 175 juta pada 2019, atau sekitar 65,3% dari total penduduk 268 juta.
“Peningkatan pengguna internet ditopang semakin meluasnya penggunaan ponsel pintar (smartphone) dan selesainya proyek penggelaran kabel fiber optic Palapa Ring yang menyambungkan jaringan internet ke seluruh Indonesia. Angka proyeksi tersebut meningkat 32 juta dari pengguna internet 143 jutaan,” sebutnya.
Dalam peluncuran di Hotel Aston Kuningan Suite, Sabtu (23/2/2019), pembicara lain Analis Kebijakan Direktorat Intelkam Mabes Polri Kombes Pol Zainal Abidin dan anggota Kantor Staf Presiden, Burhanuddin Saputu.
“Kami juga akan memperkenalkan Inovasi Teknologi Energi (ITE) yang dapat menghemat bahan bakar kendaraan serta mengurangi gas emisi. Dengan alat tersebut, penggunaan bahan bakar akan jauh lebih irit dan polusi udara dapat jauh dikurangi,” lanjutnya.
Teuku mengatakan ITE mampu menghemat bahan bakar hingga 50 persen. Selain itu, mesin yang digunakan ITE akan mengurangi pencemaran lingkungan.
“Manfaat dari ITE ini adalah akan menghemat bahan bakar sampai 50 persen. Kemudian mesin tetap sehat. Yang ketiga ini yang sangat fenomenal adalah pencemaran lingkungan tidak akan terjadi lagi. Karena emisi buangnya itu memang hilang sampai 98 persen,” tutupnya.
KlikKabar.com Jujur Mengabarkan