Ilustrasi kesemutan.
KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Pada sebagian besar kasus, gejala kesemutan bisa terjadi akibat hal yangyang se. Namun, pada sebagian kasus lainnya, kesemutan menjadi suatu pertanda penyakit berbahaya.
Kesemutan, atau dalam dunia medis dikenal sebagai parestesia, merupakan sensasi tubuh bagian tertentu, umumnya tangan dan kaki, terasa seperti digelitik dan/atau ditusuk-tusuk. Kondisi ini juga sering menyebabkan rasa kebas pada bagian tubuh yang terkena.
Pada kebanyakan kasus, kesemutan terjadi akibat adanya penekanan pada saraf dalam jangka waktu lama. Misalnya ketika duduk bersila, bersandar dengan topangan tangan, dan lain-lain. Kesemutan pada kasus ini bisa hilang dengan sendirinya setelah Anda membetulkan posisi tubuh.
Kesemutan bisa terjadi dalam jangka waktu lama, berulang, dan cenderung menetap. Jenis kesemutan yang seperti ini biasanya disebabkan oleh masalah kesehatan yang tidak bisa dianggap sepele. Beberapa yang harus diwaspadai antara lain:
1. Diabetes mellitus
Dua pertiga dari penderita diabetes mengalami gangguan saraf ringan hingga parah. penderitanya sangat mungkin untuk mengalami kesemutan, kram, atau kebas di bagian tubuh tertentu. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai neuropati diabetik.
Kesemutan yang terjadi akibat diabetes biasanya dimulai dari bagian telapak kaki, yang kemudian menjalar hingga kaki bagian atas. Keluhan biasanya akan berlanjut menjadi kesemutan di bagian telapak tangan, lalu menjalar hingga ke lengan.
2. Kekurangan vitamin
Supaya bisa berfungsi dengan optimal, saraf membutuhkan vitamin E, B1, B6, dan B12. Oleh karena itu, jika salah satu kebutuhan vitamin tersebut tidak terpenuhi pada takaran yang sesuai, yang akan terjadi kemudian adalah kesemutan.
Jika terjadi secara berkelanjutan, khususnya kekurangan vitamin B12, maka kerusakan saraf akan semakin parah. Bila sudah begitu, penderitanya akan lebih berisiko mengalami keluhan pusing, kelelahan, pembesaran hati, bahkan peningkatan risiko kematian.
3. Carpal tunel syndrome (CTS)
Carpal tunnel syndrome (CTS), atau juga dikenal dengan sebutan sindrom terowongan karpal, adalah keadaan yang berkontribusi pada terjadinya kesemutan di bagian tangan. Keadaan ini terjadi akibat saraf yang terjepit di pergelangan tangan.
Penyebabnya bisa karena terlalu lama menggunakan tangan pada satu posisi yang sama, maupun adanya pembengkakan dan retensi cairan.
4. Stroke
Kolesterol tinggi yang tidak terkendali dapat menyebabkan terjadinya sumbatan di pembuluh darah. Salah satu keadaan yang sangat mungkin terjadi akibat kondisi tersebut adalah stroke, yang salah satu gejalanya adalah kesemutan.
Pada stroke, kesemutan biasanya terjadi hanya di satu sisi tubuh, disertai dengan adanya gangguan saraf lain seperti tubuh lumpuh sebelah, berbicara pelo, pandangan kabur, kehilangan keseimbangan, dan kebingungan.
5. Gagal ginjal
Gagal ginjal adalah kondisi ginjal tak lagi mampu menyaring darah. Gagal ginjal merupakan komplikasi diabetes. Oleh karena itu, salah satu keluhan yang mungkin mengiringi adalah kesemutan.
Pada kasus gagal ginjal, kesemutan biasanya disertai dengan berkurangnya kadar urine saat buang air kecil, mudah lelah, mual, otot berkedut, kram, serta adanya kelemahan otot.
KlikKabar.com Jujur Mengabarkan