Home / BERITA TERBARU / Alasan Anda Perlu Kuliah ke India

Alasan Anda Perlu Kuliah ke India

Penulis bersama Dr. Ichsan dan Dr. Vikas (Mahasiswa Program Post Doctoral JNU) di depan Monumen Pandit Jawaharlal Nerhu yang berada di depan Gedung Rektorat Jawaharlal Nehru University, New Delhi. {Foto: Teuku Cut Mamud Aziz]

Oleh: Teuku Cut Mamud Aziz, S.Fil, M.A

[Penerima Hibat Riset dan Anggota Tim Market Intelligence BPPK Kemlu RI Tahun 2018 & Dosen Prodi Hubungan Internasional FISIP Universitas Almuslim]

Menarik sekali mempelajari dan mengetahui dunia pendidikan tinggi di India. Albert Einstein mengatakan, “We owe a lot to the Indians, who taught us how to count, without which no worthwhile scientific discovery could have been made” (Kita berutang banyak kepada orang-orang India, yang mengajari kita cara berhitung, yang tanpanya tidak ada penemuan ilmiah yang berharga yang dapat dibuat).”

Sebelum Kemerdekaan India tahun 1937 salah satu universitas di India menawari Albert Einstein untuk menjadi rektor dengan bayaran yang tinggi, Tawaran itu tidak ia terima karena ia lebih memilih mengajar di Princeton University di Amerika (Thebetterindia.com, 2017).

Ada sejumlah hal yang perlu kita ketahui tentang India. Permainan catur (chaturanga) berasal dari sini. Negara ini menjadi pusat perkembangan teknologi informasi di Asia, kedua di dunia setelah Amerika. Pusatnya di Bangelore yang mendapat julukan Silicon Valley of India dan di Hyderabad yang juga mendapat julukan sebagai “Cyberabad.”

India telah memiliki perguruan tinggi tertua di dunia, yaitu Takshila yang didirikan pada 700 SM. India memiliki sekolah-sekolah bisnis terbaik dunia yang berafiliasi dengan sejumlah sekolah bisnis terbaik dunia. Pebisnis handal bidang IT banyak lahir di sini.

Sekitar satu juta penduduk India berstatus bilyuner. Perusahaan-perusahaan software yang investasi di India, mengekspor produknya ke seluruh penjuru dunia. Di bidang kedokteran, menjadi yang pertama yang melakukan dokumentasi proses bedah plastik. IITB Mumbai yang merupakan universitas nomor satu di India, para alumninya banyak yang bekerja di perusahaan-perusahaan terkemuka dunia seperti Apple, Google, Nasa, Microsoft, dan di beberapa perusahaan multi nasional lainnya.

Universitas inilah yang saat ini sedang dijajaki oleh Universitas Syiah Kuala, Universitas Almuslim, dan Universitas Malikussaleh untuk bekerjasama dalam program pertukaran mahasiswa. Setelah ini akan dilanjutkan dalam program-program yang lain (Berkuliah.com, 2014).

Saking mengedepankan ilmu pengetahuan dan teknologi, golongan kasta rendah yang tinggal di pedesaan dibebaskan uang kuliah oleh Pemerintah India. Mereka diberi fasilitas gratis tinggal di student hostel dengan sarapan, makan siang, dan makan malam gratis. Dapat dibayangkan, jumlah mereka dapat mencapai, tidak menutup kemungkinan, puluhan juta orang.

Makanya, kita tidak perlu heran ketika bertemu dengan orang-orang terpelajar India yang memiliki lebih dari satu gelar S-2. Ini karena dampak dari perhatian dan dukungan penuh Pemerintah India dalam memberikan fasilitas gratis atau biaya studi yang murah dengan waktu studi sejak di bangku sekolah hingga perguruan tinggi yang relatif singkat (Berkuliah.com, 2014).

News.microsoft.com memuat berita perihal kunjungan pertama Bill Gates ke New Delhi pada 4 Maret 1997. Pada waktu itu Bill Gates mengatakan “To be a leader in the digital economy of the twenty first century, India must invest in basic infrastructure, education and information technology.”

Pada pernyataan lain “These are the tools which will drive the country into the future and make India an economic and software superpower.” Apa yang disampaikan Bill Gates pada 90-an terbukti pada saat ini.

Maka untuk itu kita tidak perlu ragu untuk menentukan pilihan kuliah di negara yang telah lama dan matang berkecimpung dalam “candradimuka” ilmu pengetahuan dan teknologi. Di India kita bisa belajar di universitas yang kualitasnya tidak kalah dengan kampus-kampus di Amerika, Eropa, Jepang, Korea Selatan, atau Australia.

Di samping biaya pendidikan yang relatif murah, di sana kita bisa belajar secara antropologis keragaman dan kesederhanaan. Dari lingkungan yang sederhana dan majemuk tapi mampu melahirkan manusia-manusia berkelas dunia dan bersahaja.

Bila ada keinginan untuk melanjutkan studi lanjut maka kita harus berani mengubah paradigma dalam menentukan pilihan. India dapat menjadi salah satu pertimbangan dan pilihan untuk melanjutkan studi ke luar negeri terutama yang ingin mendalami bidang IT, teknik, kedokteran, farmasi, hukum atau bisnis.

Dalam memilih kampus terbaik tidak mesti selalu melihat pada prestisiusnya (gengsinya) suatu negara, misalnya kampus tersebut berada di Eropa, Amerika, Australia, atau Jepang. India tidak segensi negara-negara tersebut tapi banyak Sumber Daya Manusia asal India yang menjadi manager atau pimpinan dari perusahaan-perusahaan terkemuka dunia yang ada di Negara-negara tersebut. Yang terpenting adalah jika ingin kuliah di kampus terbaik maka persiapkan diri kita sebaik mungkin terutama dengan kemampuan bahasa Inggris yang baik. Kuatkan tekad dan jangan ragu untuk melangkah!

Banyak sekali informasi tentang perguruan tinggi di India yang dapat diakses di google termasuk informasi tentang beasiswa bagi siswa dan mahasiswa internasional. Jika ingin mendapatkan beasiswa kuliah dan riset yang meliputi jaminan biaya studi atau riset dan biaya hidup selama di India termasuk tiket pesawat, dapat mengunjungi, salah satunya situs the Indian Council for Cultural Relations (ICCR) di http://www.iccr.gov.in yang berbasis di New Delhi. ICCR didirikan oleh Maulana Abul Kalam Azad di tahun 1950. Maulana Abul Kalam adalah Menteri Pendidikan pertama India.