Polda Bentuk Tim Khusus Usut Insiden Tamiang

-

- Advertisment -

Polda Bentuk Tim Khusus Usut Insiden Tamiang

Ilustrasi, personil BKO Brimob Mabes Polri saat mengikuti upacara di Mapolda Aceh, Jum’at (20/1/2017) pagi. (Muhammad Fadhil/Klikkabar)

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Polda Aceh telah membentuk tim khusus untuk melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah anggota Polsek Bendahara Polres Aceh Tamiang atas insiden di mapolsek tersebut beberapa hari lalu.
Seperti diketahui, kasus amuk massa hingga berujung kepada aksi pembakaran Mapolsek Bendahara dipicu oleh kematian tak wajar yang dialami Akhyar (25).
Warga Desa Tanjung Keramat, Kec. Banda Mulia itu ditangkap pada Senin (23/10/2018) malam terkait kasus kepemilikan narkotika jenis sabu-sabu. Polda Aceh menduga adanya kesalahan prosedur atas penangkapan terhadap Ahyar sehingga berujung pada kematian.
Kapolda Aceh Irjen Pol Drs. Rio S. Djambak melalui Kabid Humas, Kombes Pol Misbahul Munauwar dalam rilis diterima Klikkabar.com, Sabtu (27/10/2018) mengatakan, tim khusus yang dibentuk ini terdiri dari Itwasda, Bid Propam, Dit Intelkam dan Dit Reskrimum Polda Aceh, serta Polres Aceh Tamiang.
“Tim ini dibentuk Rabu (24/10/2018) kemarin, satu hari pasca kejadian pengrusakan dan pembakaran Mapolsek Bendahara. Tim langsung berangkat menuju Aceh Tamiang untuk bekerja dan tim ini memang dituntut untuk segera bekerja oleh Kapolda,” kata Misbahul.

BACA JUGA:
Kisah Ahyar, Dijemput Sehat Pulang Jadi Mayat
Nyabu Bareng Istri Dewan, Oknum Brimob Polda Aceh Diperiksa

Dijelaskannya, dari hasil penyelidikan yang dilakukan beberapa hari lalu, awalnya ada empat orang anggota Polsek yang diduga melakukan kesalahan prosedur dalam penangkapan itu, termasuk Kapolsek Bendahara sebelumnya, yakni Ipda IW dan tiga anggota lain berinisial AM, BH dan MS.
Namun, kata Misbahul, setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, ada dua anggota Polsek lain yang diduga ikut terlibat yakni DDS dan FS.
“Jadi jumlahnya ada 6 orang personel termasuk Kapolsek sebelumnya, hingga kini mereka masih diperiksa oleh tim yang dibentuk Kapolda langsung untuk mencari tahu apakah mereka melanggar masalah disiplin, kode etik atau itu berbentuk pidana umum,” jelas Misbahul.
Kata Misbahul, jika memang mereka melanggar disiplin atau kode etik, maka hukuman terberatnya berupa Pemberhentian Dengan Tidak Hormat (PTDH), namun jika itu adalah pidana umum, maka mereka hanya akan diproses sesuai Undang-undang yang berlaku dan disidang di pengadilan.
Ia menambahkan, pemeriksaan keenam anggota tersebut hingga kini masih dilakukan di Mapolres Aceh Tamiang. Hal ini dilakukan karena Polres Aceh Tamiang dinilai masih mampu untuk menangani permasalahan itu.
“Sehingga Kapolda memerintahkan tim dari Polda Aceh untuk membantu dalam proses pemeriksaan,” terang Misbahul. []

BERITA TERBARU

- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT
Rekomendasi untuk Anda