Foto kerangka diduga jasad korban tsunami yang ditemukan di Kajhu, Kec. Baitussalam, Kab. Aceh Besar, Rabu (19/12/2018) beredar di media sosial.
KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Kepala Pelaksana BPBA, H. T. Ahmad Dadek, Rabu (19/12/2018) siang tadi meninjau lokasi penemuan mayat yang diduga merupakan korban tsunami 2004 silam yang dikubur secara massal dan tidak terdata di Dusun Lamseunong, Desa Khaju, Kec. Baitussalam, Kab. Aceh Besar.
Menurut Ahmad Dadek, ada sekitar 40 kantong mayat yang ditemukan kemarin sore sekira pukul 17.00 WIB.
“Semuanya sudah dievakuasi tetapi belum ada data yang akurat mengenai jumlah kantong yang masih akan ditemukan karena masih dalam proses penggalian,” kata Ahmad Dadek dalam rilis kepada wartawan di Banda Aceh, Rabu (19/12/2018).
Disebutkannya, penemuan tersebut berawal dari para pekerja penggalian septitank yang sedang bertugas menggali di sekitar perumahan di daerah Desa Kajhu.
Ia menjelaskan, kuburan massal ini tidak diketahui oleh masyarakat sekitar dikarenakan pada saat bencana Tsunami warga asli desa tersebut sekitar 85% meninggal dunia.
“Karena daerah tersebut merupakan salah satu daerah terparah dampak gempa dan tsunami dan hanya sekitar 15% warga yang tersisa dan mengungsi ke daerah lain,” sebut dia.
Menurut Ahmad Dadek, lokasi ini adalah bekas kuburan massal yang dibuat oleh para relawan pada masa darurat pasca tsunami.
Menurut informasi yang didapat dari perangkat gampong sekitar seluruh jenazah korban tsunami itu akan dikafankan dan akan dikuburkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang ada di Kajhu.
“Hingga saat ini satu unit alat berat masih sedang bekerja menggali tanah tanah di lokasi temuan mayat korban tsunami itu,” pungkasnya. []
KlikKabar.com Jujur Mengabarkan