Home / BERITA TERBARU / Bupati Blitar: Kuliner Aceh itu 3E

Bupati Blitar: Kuliner Aceh itu 3E


KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Bupati Blitar Rijanto mengatakan kedatangan pihaknya ke Banda Aceh untuk mempelajari penerapan syariat Islam dan korelasinya dengan kerukunan hidup umat beragama.

“Karena di Indonesia hanya Aceh yang menerapkan syariat Islam,” katanya di Banda Aceh, Kamis (15/11/2018).

Disebutkan, setelah tiba di Banda Aceh dan melihat langsung, syariat Islam di Banda Aceh bisa mengayomi umat agama lain. Ini luar biasa. Disebutkan rumah ibadah dan juga sekolah-sekolah agama berdiri l berdampingan tanpa ada permasalahan. Syariat Islam tegak dan kehidupan umat beragama bisa berjalan dengan baik. Rombongan terkesan dengan potensi sektor pariwisata Banda Aceh terutama wisata sejarah dan kulinernya.

“Dan kulinernya memang betul-betul 3E; enak, enak sekali, dan enaaak sekali -mulai dari kari kambingnya, ayam goreng, hingga kopi Aceh yang harus saya akui kalah dari kopi Blitar,” pujinya.

Bupati Blitar Rijanto ke Banda Aceh bersama istri Ninik Tjatur Anggraini dan turut didampingi oleh Kapolres Anissullah M Ridha yang juga putra Aceh, Sekdakab Blitar Totok Subihandono dan sejumlah kepala SKPD serta ketua dan pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Blitar.

Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman saat menerima kunjungan Bupati Blitar Rijanto dan rombongan di Pendopo Wali Kota Banda Aceh menyatakan Kehidupan antar umat beragama yang paling rukun di Indonesia bahkan dunia ada di Kota Banda Aceh.

Kerukunan umat beragama di Banda Aceh telah teruji selama ratusan tahun sejak masa kerajaan dahulu.

Menurut wali kota, walau penduduk Banda Aceh mayoritas beragama Islam dan Aceh telah menerapkan syariat Islam sejak 2002, namun tidak pernah terjadi konflik berlatar belakang agama di Banda Aceh.

“Jika pun ada gesekan di tengah-tengah masyarakat itu murni karena persoalan pribadi bukan agama,” katanya.

Masih menurut wali kota, kunci kerukunan umat beragama di Banda Aceh yakni segenap elemen kota telah menyadari akan kebutuhan keamanan dan ketenangan dalam hidup bermasyarakat, yang menjadi syarat penting dalam menyukseskan pembangunan. “Hal ini pula yang telah diwariskan secara turun menurun oleh endatu kami.”