Home / BERITA TERBARU / Ahmad Zahid: Gempa dan Tsunami Sulteng Hukuman untuk LGBT

Ahmad Zahid: Gempa dan Tsunami Sulteng Hukuman untuk LGBT

Ahmad Zahid Hamidi. (Foto: The Malaysian Insight)

KLIKKABAR.COM, KUALA LUMPUR – Pernyataan kritis disampaikan oleh pemimpin oposisi Malaysia, Ahmad Zahid Hamidi, pada Selasa (23/10/2018).

Dilansir dari Sindonews, Ahmad Zahid mengatakan bahwa gempa bumi dan gelombang tsunami yang melanda Sulawesi Tengah pada Jum’at (28/9/2018) lalu merupakan teguran dan hukuman Tuhan atas kegiatan LGBT (lesbian, gay, biseksual dan transgender).

Baca: Kerugian Gempa dan Tsunami Sulteng Lebih dari Rp10 T

Menurut mantan Deputi Perdana Menteri Malaysia era pemerintahan Najib Razak itu, lebih dari 1.000 orang di wilayah yang dilanda bencana itu terlibat dalam kegiatan LGBT.

“Kami melihat situasi di Malaysia, kami khawatir karena kami tahu apa yang terjadi di Palu baru-baru ini di mana ada gempa bumi dan tsunami. Dilaporkan bahwa ada lebih dari 1.000 anggota komunitas mereka yang terlibat dalam kegiatan (LGBT) tersebut,” katanya dikutip dari Malaymail.

“Pertanyaan saya adalah apakah program Jakim (untuk merehabilitasi LGBT) berhasil karena data menunjukkan bahwa di pertengahan tahun lebih dari 1.000 (kaum LGBT) bergabung dengan program-program ini,” lanjut dia.

Jakim adalah akronim dari Jabatan Kemajuan Islam, sebuah lembaga yang menangani urusan Islam di di negara tersebut.

Menteri Urusan Agama di Departemen Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Mujahid Yusof Rawa, lantas menanggapi pernyataan itu dengan mengatakan bahwa 1.450 anggota komunitas LGBT Malaysia secara sukarela berpartisipasi dalam program pemerintah.

“Tiga dari waria melakukan umrah dari 2012 hingga 2016. Para peserta menjawab bahwa mereka merasa lebih bersentuhan dengan dasar-dasar Islam termasuk salat sambil mengoreksi kesalahpahaman mereka tentang agama,” katanya.

Baca Juga: [Foto] Kerusakan di Balaroa Palu

[Foto] Kondisi Petobo Palu Usai ‘Amblas Ditelan Bumi’

Gempa 8,9 SR dan Tsunami Ancam Sumatera Barat