Home / BERITA TERBARU / Kerugian Gempa dan Tsunami Sulteng Lebih dari Rp10 T

Kerugian Gempa dan Tsunami Sulteng Lebih dari Rp10 T

Suasana di Ballaroa, Palu Barat, Sulawesi Tengah. Foto diambil pada Kamis, 4 Oktober 2018. (Azwar Ipank/Klikkabar.com)

KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Gempa bumi berkekuatan 7,4 Skala Richter (SR) yang disusul gelombang tsunami yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Jumat (28/9) lalu menimbulkan kerugian yang lumayan besar.

Lihat: [VIDEO] Detik-detik Tsunami Menerjang Kota Palu

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkirakan, kerugian akibat kerusakan berbagai sarana dan prasarana di Kota Palu, Donggala dan beberapa daerah lainnya berada di angka Rp 10 triliun lebih.

Kerusakan dan kerugian yang terjadi di Sulteng lebih besar dibanding gempa di Lombok. Angka kerugian sementara ini di peroleh berdasar penghitungan cepat yang dilakukan tim Damage and Loses Asses sment.

Lihat Juga: [Foto] Kerusakan di Balaroa Palu

[Foto] Kondisi Petobo Palu Usai ‘Amblas Ditelan Bumi’

Alat Pendeteksi Tsunami Indonesia Tak Berfungsi Sejak 2012

Tim BNPB tersebut melakukan penghitungan cepat sembari ambil melakukan penanganan darurat. Berdasarkan data BNPB, gempa dan tsunami Sulteng telah menghancurkan 66.238 unit rumah yang terdiri dari 65.733 unit di Sulteng dan 505 unit di Sulbar.

Data tersebut bersifat sementara karena pendataan lewat citra satelit maupun survei lapangan masih tersebut dilakukan. Selain rumah, gempa dan tsunami juga menghancurkan jalan, jembatan, fasilitas publik, infrastruktur listrik, komu nikasi, dan lainnya.

“Tentu data akan dinamis, karena kerugian tergantung data kerusakan bangunan, infrastruktur berapa, ekonomi produktif berapa, dan sebagainya,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Kantor BNPB Jakarta Timurseperti dilansir dari Sindonews, Kamis (4/10/2018) kemarin.

Selain tim Loses and Damage Assessment, BNPB juga akan mengerahkan tim Human Recovery Needs Asses sment (HRNA). Melalui gabungan penghitungan tersebut, akan diketahui berapa besar kerusakan yang terjadi dan berapa kebutuhan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi.

BNPB memperkirakan pemulihan akibat gempa di Palu, termasuk gempa Lombok, akan memakan waktu sekitar dua tahun. Indonesia tidak sendirian menanggung beban tersebut karena sejumlah negara sudah menawarkan bantuannya sepoerti Singapura, India, Australia, Selandia Baru dan Qatar.