Menkopolhukam Wiranto dan Menteri Kelautan Perikanan Susi Pudjiastuti. (Foto: Istimewa)
KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengatakan bahwa neraca perdagangan hasil perikanan 2018 naik sebesar 13,88% dibandingkan dengan tahun 2017 dan data ekspor sektor perikanan naik sebesar 12,88% pada semester I/2018.
“Semester pertama tahun ini senilai USD2,272 juta dan dibandingkan semester yang sama 2017 naik sebesar 12%. Dari 2014 sampai 2018 hasil perikanan kita naik 13,88%,” ujar Menteri KKP Susi Pudjiastuti seperti dilansir dari Sindonews di Jakarta, Jumat (21/9/2018).
Ia juga menerangkan, bahwa memasuki musim hujan saat ini bakal membuat penangkapan ikan pada nelayan dan pengusaha meningkat. Khususnya untuk sektor udang dan Lobster yang juga akan mengalami kenaikan
“Karena musim ikan itu baru reda dan pada bulan Oktober dimana musim hujan udang dan lobster naik nanti. Jumlah volumenya menurun tapi nilainya naik. Ini penangkapan yang benar, yaitu mencari value tinggi,” jelasnya.
Sebelumnya pada semester I/2018 diterangkan KKP Surabaya kaya akan komoditas udang vaname, cakalang, tuna beku, udang beku/olahan, dan ikan segar seperti kakap, layur, kerapu, dan laosa.
Beberapa komoditas konsumsi ekspor andalan Balai KIPM Surabaya II berdasarkan volumenya diantaranya frozen fish (ikan beku), frozen shrimp (udang beku), crab meat (daging kepiting), frozen squid (cumi beku), dried chirimen (teri kering), frozen octopus (gurita beku), shrimp crackers (kerupuk udang), seaweed (rumput laut), jelly fish (ubur-ubur), dan dried shark fins (sirip hiu kering).
Adapun komoditas ekspor andalan non konsumsi di antaranya crab shell (cangkang kepiting), shrimp sell (kulit udang), fish for bait (umpan pancing), sea shell (kerang laut), fish meal (makanan ikan), fish oil (minyak ikan), dan fish/shrimp feed (pakan ikan dan udang). (Sindonews)
Baca Juga: Doso Agung Jadi Dirut Pelindo III, Farid Padang Dirut Pelindo IV
KlikKabar.com Jujur Mengabarkan