
KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH- Atjeh Connection Foundation telah mengantar pulang jenazah Muslem, pemuda asal Padang Tiji, Pidie yang meninggal dunia di Sungai Kapuas, Kalimantan.
Sebelumnya, jenazah almarhum sudah 3 hari di RS Soedarso Pontianak karena keluarga tidak memiliki biaya pemulangan, bahkan orang tua Alm Muslem bernama M.Ali pasrah yang kemudian menyerahkan secarik kertas bertuliskan harapan agar pusara anaknya itu dekat dengannya kepada Founder Atjeh Connection Foundation Anita Amir Faisal.
Terbilang lega dan rasa haru, kala keluarga Alm Muslem tiba di Banda Aceh setelah sebelumnya menerima kabar dari tim Acc bahwa jenazah Alm Muslem sudah diterbangkan ke Banda Aceh.
Keluarga Alm Muslem, diterima tim klikkabar.com di salah satu warung yang kemudian diajak menikmati kopi dan makanan sebelum ke Bandara yang diperkirakan tiba pukul 22.30 Wib, Jumat 15 September 2018.

Manusia boleh saja merencanakan, takdir sang Rahim berkata lain. Seteguk kopi baru kami cicipi, mendapat telephon dari bandara bahwa peti jenazah sudah tiba, saat itu jarum jam menunjukkan pukul 20.04 Wib. Sontak kami terkejut mendengar kabar.
Ternyata, otoritas bandara cengkareng menggantikan pesawat agar lebih cepat tiba peti jenazah, dari sebelumnya Lion kemudian di roker ke pesawat Batik Air, wajar peti tiba lebih cepat.
“Alhamdulillah,”, ucap M Ali orang tua Alm dengan spontan diringi mata berkaca.
Kami ke Bandara, berikut ambulance, sampai di Cargo, dari jauh sudah terlihat peti jenazah sudah di gudang cargo. Tim menyelesaikan segala administrasi sebelum peti dimasukkan ke ambulan yang juga diurus oleh Atjeh Connection Foundation untuk dibawa ke Pidie.
Sesaat, tangis bercampur haru mendamaikan sejenak di belantara depan cargo, M.Ali tak banyak bicara melainkan mondar mandir mengelilingi peti jenazah ananda. Seakan tersirat betapa harapannya dikabulkan Allah melalui Atjeh Connection Foundation.

Ambulan berputar roda, iringan mobil keluarga menelsuri menembus angin malam gunung selawah, suasana terasa dingin saat armada melewati gunung bersejarah.
Tiba di kediaman orang tua, pelayat memenuhi pekarangan rumah, berikut didalam rumah,
“Assalamualaikum” sapa tim Atjeh Connection Foundation saat beranjak dari mobil menuju rumah duka, peti sudah terlebih dahulu tiba.
Sambutan haru kembali terlihat mata, kala tim memasuki rumah, kedatangan tim disambut orang tua dan perangkat desa disaksikan sejumlah warga yang melayat.
Prosesi penyerahan peti jenazah dari tim Atjeh Connection Foundation diwakili oleh Zulkarnaini yang kemudian diserahterimakan kepada keuchik Hanif.
“Innalillahi wainna ilaihirajiun, telah berpulang kerahmatullah saudara kita Muslem, semoga ada tempat yang layak disisinya,” Amin.
Dalam sambutan singkat, Atjeh Connection Foundation dihadapan perangkat desa dan sejumlah pelayat mempertegas, prosesi pemulangan jenazah dari Pontianak ke Banda Aceh yang kemudian berlanjut jalan darat ke Padang Tiji adalah murni kerja kemanusian.
“Tidak ada intrik politik, tidak ada hubangannya dengan suasana politik, perlu saya pertegas, mengingat jangan ada pihak yang mengclaim atas nama politik,” ujar tim.
Prosesi pemulangan jenazah ini didukung dan disantuni danany oleh Amir Faisal Nek Muhammad bersama iatrinya Anita Amir Faisal, setelah sebelumnya pula anggaran yang digalang terkumpul 2.5 juta dari total kebutuhan Rp.16.800.000.
Sementara itu, Hanif mengucapkan terimakasih banyak atas perhatian founder Atjeh Connection Foundation semoga dapat balasan yang setimpal, pungkas Hanif.
Tidak lama berselang, jenazah diberangkatkan ke tempat pemakaman di Meunasah Teungoh Peudaya, ,Kecamatan Padang Tijie, Pidie pada malam itu juga untuk dikebumikan.

Semoga Alm di tempatkan di sisi Allah. Malam itu pula, Tim Atjeh Connection Foundation kembali ke Banda Aceh menelusuri keheningan Seulawah.
KlikKabar.com Jujur Mengabarkan