Home / ACEH / Alasan Laki & Wanita Dilarang Semeja di Kedai Kopi

Alasan Laki & Wanita Dilarang Semeja di Kedai Kopi

Ilustrasi, suasana salah satu warung kopi di Banda Aceh pada malam hari. (Muhammad Fadhil/Klikkabar)

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Maklumat berupa seruan mengenai larangan laki-laki dan perempuan yang bukan mahram untuk duduk satu meja di kedai kopi mendapat reaksi dari berbagai kalangan.

Banyak yang pro dan tak sedikit pula yang kontra. Banyak pihak menganggap kebijakan itu dapat dicontoh oleh daerah-daerah lainnya di Aceh. Namun, ada juga pihak yang menilai kebijakan itu keliru.

Menanggapi hal itu, Bupati Bireuen, Saifannur melalui Kepala Dinas Syariat Islam, Jufliwan menjelaskan, kebijakan itu dibuat bukan tak memiliki alasan.

Pihaknya melarang duduk satu meja berdua agar masyarakat maupun muda-mudi di Bireuen jauh dari perbuatan maksiat. Sebab, duduk semeja akan mudah terjadi saling memandang yang dapat menimbulkan haram.

“Tapi tujuannya untuk mencegah sehingga tidak menimbulkan pelanggaran syariat dan untuk kemuslihatan umat Islam,” kata Jufliwan saat dihubungi Klikkabar.com, Selasa (4/9/2018) malam dari Banda Aceh.

BACA JUGA:

Warga Bireuen Pertanyakan Maklumat Kedai Kopi

Sementara, mengenai pro kontra tentang batas layanan kedai kopi di Kabupaten Bireuen, di mana buka jam 06.00 WIB-24.00 WIB adalah hanya sebatas imbauan. Artinya, jikapun dilanggar belum ada perbup yang dapat menghukum mereka.

Untuk menjelaskan kepada publik, Jufliwan mengutip dua potong ayat suci Alquran, yang bunyinya adalah “Dan kami jadikan siang untuk mencari penghidupan” (QS. An-Naba’:11).

Kemudian Jufliwan juga mengutip pada Qur’an Surah Al-Qashah ayat 73 yang bunyinya “Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya.”

“Itu himbauan,” tutup Jufliwan. []