(Foto: AFP/Omar Haj Kadour)
KLIKKABAR.COM – Pemerintah Suriah dan Rusia mengeluarkan ancaman dan akan menyerang Provinsi Idlib, salah satu benteng terakhir kelompok perlawanan Hayat Tahrir al-Sham.
Dilansir CNN Indonesia, aliansi jihadis yang didirikan oleh bekas cabang Al-Qaedah di Suriah tampaknya merupakan musuh paling kuat bagi pasukan pemerintah Suriah. Kelompok terbesar dalam Aliansi Jihadis di Idlib ini adalah Hayat Tahrir al-Sham (HTS).
HTS pertama kali muncul di Suriah pada Januari 2012 dengan nama Front Al-Nusra. Amerika Serikat, Uni Eropa dan PBB memasukkan kelompok ini ke dalam daftar teroris dan kelompok ini muncul di Suriah sebagai cabang dari kelompok al Qaedah di Irak.
Pemimpin HTS saat ini, warga Suriah dengan nama alias Abu Mohammad al-Jolani, adalah seorang veteran perang Irak. Pada 2013 kelompok ini berbaiat dengan al Qaedah sebelum pecah kongsi dengan sindikasi jihadis global itu pada Juli 2016 dan mengganti nama menjadi Front Fatah al-Sham.
Pada 2017, kelompok ini bubar untuk membentuk Hayat Tahrir al-Sham. Kelompok Pengamat Hak Asasi Manusia Suriah mengatakan anggota kelompok ini sebagian besar adalah jihadis Suriah dan jumlahnya diperkirakan sekitar 30 ribu pejuang.
Pakar Suriah Fabrice Balanche mengatakan jihadis ini sangat teratur dan pantang menyerah. “HTS memiliki sejumlah besar pejuang asing, kemungkinan sekitar 20 persen dari total pasukannya,” kata Charles Lister, pengamat dari Institut Timur Tengah.
Pejuang asing HTS kebanyakan berasal dari Timur Tengah, “tetapi ada juga dari wilayah berbahasa Rusia, Eropa dan Asia selatan,” tambahnya.
Kekuatan HTS
Hayat Tahrir al-Sham sekarang menguasai hampir 60 persen wilayah provinsi Idlib. Kelompok ini telah membentuk pemerintahan sipil yang menarik pajak cukai di perbatasan dengan Turki dan mengenakan pajak pada para pedagang.
“HTS mendapatkan mayoritas kekuasaannya dari posisi sebagai pengatur keluar masuk barang ke Idlib, dan ini membantu pendanaan mereka serta membuat kekuasaannya melebihi ukuran mereka,” kata Nicholas Heras, peneliti dari Pusat Keamanan Amerika Baru.
Baca Juga: Al-Qaeda Perlihatkan Tanda Kebangkitan
KlikKabar.com Jujur Mengabarkan