Sepenggal Balada Kisah Cinta Tragis Pasutri di Aceh Barat

-

- Advertisment -

Sepenggal Balada Kisah Cinta Tragis Pasutri di Aceh Barat

Ayah kandung Samsibar, Ruslah, bersama istrinya, Saidan memperlihatkan Fara (6 bulan), anak kandung Samsibar-Armida, Selasa (28/11) siang. (Istimewa)

KLIKKABAR.COM, ACEH BARAT – Kisah cinta Samsibar (35) dan Armida (25), berakhir tragis. Membina rumah tangga sejak tahun 2014, pasangan yang sudah dikaruniai seorang anak ini berpisah nyawa dengan cara berbeda.
Sebelum sang suami, Samsibar, menghadap Ilahi pada Minggu malam, sekitar pukul 23.00 WIB, di RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh karena menenggak racun rumput, istrinya Armida lebih dulu pergi selama-lamanya. Perempuan muda ini ditemukan tak bernyawa dan terkubur persis di depan rumah yang selama ini ia tempati bersama suami.
Informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber dan pihak keluarga, sebelum berumah tangga dengan Samsibar, Armida menjadi tenaga kerja wanita (TKW) di negeri jiran, Malaysia. Selama di negeri tetangga itu, Armida menikah dengan warga setempat. Pasangan ini dikaruniai seorang anak, Irham (4 tahun), namun hubungan rumah tangga mereka kandas di tengah jalan.
Setelah beberapa waktu menyendiri, Armida bertemu dengan Samsibar yang bekerja sebagai operator alat berat (exavator) di perkebunan sawit di Malaysia. Keduanya kemudian menikah pada tahun 2014.
Setahun kemudian atau pada tahun 2015, mereka kembali ke tanah air dan menetap di kampung halaman suaminya di Desa Sawang Teubee, Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat. Sesekali mereka menginap di kampung halaman Armida di Desa Lancong, Kecamatan Sungai Mas, Aceh Barat.
Beberapa tetangga dan anggota keluarga Samsibar di Sawang Teubee mengatakan, selama ini hubungan Samsibar dan Armida harmonis dan baik-baik saja, tanpa ada masalah apa pun. “Yang kami tahu hubungan Armida dengan Samsibar selama ini baik-baik saja, tak ada masalah,” kata Salma, tetangga mereka menjawab Serambi, Selasa (28/11) siang.
Meski diakui selama ini Armida jarang berkumpul dengan tetangga, namun perempuan berparas cantik ini tidak punya masalah dengan tetangga lain. Sehingga para tetangga dan anggota keluarga sangat kaget ketika mengetahui Armida ditemukan dalam kondisi tak bernyawa pada, Senin (27/11) pagi, dalam kondisi terkubur persis di depan rumah.
Ruslah, ayah Samsibar juga mengatakan tidak ada masalah apa-apa dalam rumah tangga anak dan menantunya. “Setahu saya hubungan rumah tangga Samsibar dengan Armida selama ini baik-baik saja, tidak ada masalah apa pun,” kata Ruslah, ayah kandung Samsibar, Selasa (28/11).
Ia mengakui, sama sekali tak menduga musibah seperti ini terjadi. Bahkan ia bersama isteri juga tidak memiliki firasat apa pun atau mimpi sebelum sang anak mengakhiri hidup dan menantunya meninggal dunia dengan cara yang tak bisa diterima secara akal sehat.
Ruslah juga mengaku sangat sedih dan terpukul dengan kejadian ini, bahkan ia seperti tak percaya dengan kenyataan yang kini ia alami bersama keluarga.
Jenazah suami istri ini dikebumikan di lokasi terpisah, Senin (27/11). Jenazah Samsibar dikebumikan tepat di belakang rumah orangtuanya yang tak terpaut jauh dengan rumah kediaman mereka selama ini, di Desa Sawang Teubee, Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat. Pemakaman Samsibar berlangsung sekitar pukul 12.00 WIB.
Sementara jenazah Armida dikebumikan di kampung halaman orangtuanya, di Desa Lancong, Kecamatan Sungai Mas, yang berjarak puluhan kilometer dari kuburan suaminya tersebut.
Ruslah, ayah Samsibar mengatakan, cucunya bernama Farah (6 bulan) atau anak dari Samsibar dan Armida, kini dalam perawatannya bersama sang isteri. Sejak ibunya ditemukan meninggal dunia, Farah hanya diberikan susu formula sebagai makanan/minumannya sehari-hari.
Sedangkan Saidan, ibu Samsibar menjelaskan, sejak ditinggal ibu dan ayahnya, Fara terlihat biasa saja dan tidak rewel. Bayi tersebut terlihat bergaul dan tampak ceria. “Dia (Fara) juga tidak rewel. Biasa saja. Kalau dia haus ya kami beri susu formula,” terang Saidan.
Bayi cantik berjenis kelamin perempuan ini terlihat ceria. Sesekali ia tersenyum ketika namanya dipanggil oleh anggota keluarga yang lain. (Serambi)

BERITA TERBARU

- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT
Rekomendasi untuk Anda