Kisruh Warga dan PT Medco, Ini Langkah dan Strategi Nasir Djamil

-

- Advertisment -

Kisruh Warga dan PT Medco, Ini Langkah dan Strategi Nasir Djamil

Anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil saat melakukan silaturrahmi dengan warga lingkar tambang PT Medco E&P Malaka, Selasa, 1 Agustus 2017. (Zamzami Ali/Klikkabar).

KLIKKABAR.COM, ACEH TIMUR – Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, H. Muhammad Nasir Djamil, S.Ag, M. Si, akan mengupayakan penyelesaian konflik yang terjadi antara warga lingkar tambang dan PT Medco E&P Malaka.
BACA: Nasir Djamil ‘Tampung’ Curhatan Warga Lingkar Tambang PT Medco E&P Malaka
Hal itu dikatakan oleh senator yang membidangi bagian Hukum, HAM dan Keamanan tersebut saat melakukan kunjungan dan menggelar silatuurahmi dengan forum Keuchik serta puluhan masyarakat dari sejumlah kecamatan yang berada di lingkar tambang di Desa Ladang Baro, Kecamatan Julok, Selasa (1/8).
“Langkah pertama, kita akan melaporkan permasalahan ini kepada Gubernur atau Wakil Gubernur Aceh. Semoga akan ada tindakan nyata dari Pemerintah Aceh agar permasalahan ini tidak berkepanjangan,” ujar Nasir Djamil kepada Klikkabar.com seusai menggelar pertemuan.
Sementara itu, tambahnya, jika Pemerintah Aceh tidak berhasil atau lamban memfasilitasinya, maka ia akan melaporkan permasalahan tersebut kepada Tim Otonomi Khusus Aceh-Papua yang ada DPR RI. Pihak Kementerian ESDM dan Kementerian Ketenagakerjaan juga disebut bisa mengambil alih sehingga segala permasalahan yang terjadi dapat segera diatasi.
Langkah tersebut dianggap penting demi terjaganya tatanan perdamaian yabg telah tercipta di Aceh tidak ternodai. Ia juga mengatakan, jika ditemukan adanya pelanggaran yang dilakukan oleh pihak perusahaan, warga diminta untuk melaporkannya sesuai ketentuan yang berlaku.
“Jika merasa dirugikan terkait dugaan penyimpangan aturan, silahkan lapor polisi. Sedangkan dugaan pelanggaran administratif, adukan ke instansi terkait,” demikian tutup Nasir Djamil. []
REPORTER : ZAMZAMI ALI

BERITA TERBARU

- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT
Rekomendasi untuk Anda