Home / BERITA TERBARU / Resmi Pensiun, Ini 5 Fakta Sang Maestro ‘Ricardo Kaka’

Resmi Pensiun, Ini 5 Fakta Sang Maestro ‘Ricardo Kaka’

Ricardo Kaka. (Foto: Istimewa)

KLIKKABAR.COM – Legenda AC Milan, Ricardo Kaka resmi menyatakan pensiun menjadi seorang pemain sepak bola pada, Minggu (17/12/2017).

Dirangkum BolaSport.com dari berbagai sumber ini 5 fakta pemain yang juga legenda Brazil ini yang tak banyak diketahui banyak orang.

5. Nyaris lumpuh

Pemain Brasil, Ronaldo (kiri) dan <a style='color:#c1272d;text-decoration:none' href='http://bolasport.com/tag/kaka'>Kaka</a>, tertawa dalam sesi latihan di Granja Comary, Teresopolis, Brasil, pada 31 Mei 2004.

Pemain Brasil, Ronaldo (kiri) dan Kaka, tertawa dalam sesi latihan di Granja Comary, Teresopolis, Brasil, pada 31 Mei 2004. VANDERLEI ALMEIDA/AFP

Tantangan pertama Kaka untuk menjadi pesepak bola profesioanal muncul saat ia beruais 15 tahun. Meskipun bermain apik, tubuh Kaka sangat kecil dan mudah terkena cedera.

Terlalu lemah untuk bermain di liga professional, dokter menyarankan Kaka untk mengikuti program nutrisi.

Walhasil dalam waktu satu setengah tahun, Kaka berhasil menambah 10 kilogram massa otot.

Sayang, tantangan di hidup Kaka muda tak berhenti sampai di situ. Pada 2000, Kaka nyaris kehilangan kedua kakinya setelah mengalami kecelakaan aneh saat melompat ke kolam renang.

Dia mengalami cedera tulang belakang yang nyaris membuatnya mengalami kelumpuhan. Namun, Kaka berhasil bangkit setelah istirahat cukup panjang.

4. Jadi adik bersama di AC Milan

Gelandang <a style='color:#c1272d;text-decoration:none' href='http://bolasport.com/tag/ac-milan'>AC Milan</a>, Andrea Pirlo (tengah), merayakan golnya bersama <a style='color:#c1272d;text-decoration:none' href='http://bolasport.com/tag/kaka'>Kaka</a> (kanan) dalam laga Liga Italia kontra Empoli di Stadion San Siro, Milan, pada 10 April 2004.

Gelandang AC Milan, Andrea Pirlo (tengah), merayakan golnya bersama Kaka (kanan) dalam laga Liga Italia kontra Empoli di Stadion San Siro, Milan, pada 10 April 2004. CARLO BARONCINI/AFP

Pada 2003, AC Milan mendatangkan Kaka dari Sao Paolo dengan harga 8,5 juta euro, jumlah yang terbiang fantastis kala itu. Saat Kaka datang, Rossoneri merupakan tim yang terbilang cukup tua.

Fisoterapis AC Milan, Jean-Pierre Meersseman, mengatakan bahwa saat itu tim terdiri dari pemain yang berusia sekitar 30, 34, 35, 36 tahun.

“Kaka yang saat itu baru berusia 22 tahun seperti adik yang sangat muda bagi mereka. Mereka sangat protektif padanya. Terlebih lagi Kaka adalah orang yang sangat sopan dan gampang disukai,” ucap Meersseman.

Meersseman juga mengatakan dulu skuat AC Milan kerap bercanda bahwa Kaka adalah menantu idaman setiap ibu mertua.

3. Redup karena cedera lutut

Ricardo <a style='color:#c1272d;text-decoration:none' href='http://bolasport.com/tag/kaka'>Kaka</a> (kiri) dan Alvaro Morata

Ricardo Kaka (kiri) dan Alvaro Morata. instagram.com/alvaromorata

Setelah melewati musim yang menakjubkan dengan memenangkan satu gelar Scudetto, Supercoppa Italiana, Liga Champions, Piala Super Eropa, dan Piala Dunia Antarklub, karier Kaka meredup setelah ia meninggalkan Milan pada 2009.

Dia sempat menghabiskan 4 musim di Real Madrid, namun cedera lutut mengahalanginya untuk tampil 100%.

Meski telah dioperasi, cedera ini menjadi awal dari banyak masalah yang dialami Kaka, salah satunya adalah masalah pada pinggang yang diakibatkan cedera lututnya.

Dokter yang menangani cedera Kaka pernah mengatakan, jika Kaka tidak memiliki masalah ini, Kaka akan masih mendominasi paling tidak 3 sampai 4 tahun setelah ia menerima Ballon d’Or.

4. Tahun yang sedih di Milan

Gelandang <a style='color:#c1272d;text-decoration:none' href='http://bolasport.com/tag/ac-milan'>AC Milan</a>, Ricardo <a style='color:#c1272d;text-decoration:none' href='http://bolasport.com/tag/kaka'>Kaka</a>, memberi salam kepada para fans di Yokohama pada 7 Desember 2007 saat <a style='color:#c1272d;text-decoration:none' href='http://bolasport.com/tag/ac-milan'>AC Milan</a> berpartisipasi di Piala Dunia Klub.

Gelandang AC Milan, Ricardo Kaka, memberi salam kepada para fans di Yokohama pada 7 Desember 2007 saat AC Milan berpartisipasi di Piala Dunia Antarklub. (TOSHIFUMI KITAMURA / AFP)

Setelah 4 musim yang tidak terlalu cemerlang di Real Madrid, Kaka kembali ke mantan klubnya AC Milan dengan status free transfer.

Sayangnya Kaka mengalami cedera tungkai atas, pada laga kompetitif pertamanya. Dia pun akhirnya memutuskan untuk tidak menerima gaji dari Milan selama ia absen pemulihan.

Pada 2014, Kaka memutuskan pindah ke Orlando City meski masih memiliki satu tahun kontrak tersisa di AC Milan.

Sisa kontrak Kaka dibatalkan dengan mengaktifkan kalusul pelepasan karena Milan tidak terkualifikasi di kompetisi Eropa musim itu.

5. Ditawari bermain di eks klub sebelum Pensiun

Ricardo <a style='color:#c1272d;text-decoration:none' href='http://bolasport.com/tag/kaka'>Kaka</a> dalam pertandingan terakhir di <a style='color:#c1272d;text-decoration:none' href='http://bolasport.com/tag/orlando-city'>Orlando City</a>

Ricardo Kaka dalam pertandingan terakhir di Orlando City. (INSTAGRAM)

Kaka termasuk dalam kategori pesepak bola yang setia dengan klub yang dibelanya. Jarang berganti klub, Kaka beberapa kali kembali ke klub lamanya.

Pada 2013, Kaka kembali ke AC Milan dari Real Madrid, pada Juli 2014, Kaka juga kembali ke Sao Paolo dengan status pinjaman dari Orlando City.

Bahkan sebelum Kaka pensiun, Kaka sempat mendapat tawaran dari Sao Paolo dan Milan. Namun keduanya ditolak oleh pesepakbola berusia 35 tahun ini. (Bolasport)