Home / ACEH / Curah Hujan Mulai Tinggi, Warga Banda Aceh Diminta Waspadai DBD

Curah Hujan Mulai Tinggi, Warga Banda Aceh Diminta Waspadai DBD

Teuku Iqbal Djohan SE (IST)

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Anggota DPRK Banda Aceh, Teuku Iqbal Djohan SE mengajak warga kota Banda Aceh untuk mewaspadai serangan DBD mengingat curah hujan di Kota Banda Aceh sudah mulai tinggi dalam beberapa hari terakhir.

Diperkirakan hujan akan terus turun hingga akhir tahun bahkan awal tahun depan, untuk itu masyarakat kota Banda Aceh diminta proaktif untuk mencegah penyebaran DBD dengan cara-cara yang mudah seperti membersihkan lingkungan, menguras dan membersihkan bak mandi, menghindari ada benda yang bisa menampung air dan juga menutup benda-benda yang bisa tergenang air.

“Kita berharap warga juga aktif melakukan pencegahan, tidak mungkin hanya berharap pada Pemeruntah Kota, Pemko tentu punya keterbatasan. Warga juga bisa menanam tanaman yang anti nyamuk, seperti serai atau lafender yang tidak disukai oleh nyamuk,” ujar Iqbal dalam rilisnya kepada Klikkabar.com, Rabu 22 November 2017.

Anggota Komisi D yang membidangi kesehatan ini mengingatkan agar warga Banda Aceh terus waspada dan melakukan upaya pencegahan karena menurut data dari Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, secara umum DBD di Aceh dalam kurun 5 tahun terakhir jumlah kasusnya fluktuatif.

Jumlah warga terjangkit 2012 sebanyak 506 kasus, 2013 ada 258 kasus, 2014 terjadi peningkatan menjadi 299 kasus, kembali turun 2015 hanya 127 kasus dan 2016 sedikit naik yaitu 152 kasus.

“Untuk tahun 2017 ini angkanya masih tinggi, bahkan di maret yang lalu Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh telah menetapkan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Banda Aceh masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB). Penetapan ini dikarenakan warga yang terjangkit DPD hingga Maret 2017 sudah mencapai 148 kasus dan ada pasien yang meninggal,” katanya.

Dalam kesempatan ini Iqbal Djohan juga meminta agar Pemko Banda Aceh melalui Dinas Kesehatan bekerja ekstra dan serius agar apabila ditemukan kasus DBD agar segera ditangani dengan cepat, sehingga kasusnya tidak menyebar atau meluas ke wilayah lainnya. Maka dari itu, diperlukan penanganan yang lebih serius oleh pihak terkait, baik dinkes maupun dinas lainnya.

“Semua pihak mulai dari Walikota, Dinkes, Dinas Kebersihan, Camat, dan masyarakat harus berperan aktif agar status KLB terkait DBD tidak terulang lagi di Banda Aceh, dan kita harapkan tidak ada korban jiwa lagi,” ujar Iqbal.

Terakhir Ketua Fraksi NasDem ini berharap Dinas Kesehatan bisa menemukan solusi jangka panjang agar kasus DBD di Banda Aceh bisa terus turun setiap tahunnya, mengingat penyebaran DBD memang bagian dari siklus musim pancaroba yang rutin terjadi setiap tahun. (rel)