Ilustrasi Minum Air Zamzam (Republika)
KLIKKABAR.COM – Jamaah haji asal Indonesia yang masuk gelombang I sedang proses pemulangan ke tanah air, sejak Kamis (7/9) lalu. Jamaah haji asal Aceh yang masih di Makkah, sedang memperbanyak ibadah, sebelum ke Madinah.
Kepulangan kloter perdana asal Aceh dimulai Selasa (26/9) depan. Sebelum meninggalkan bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz Madinah, semua barang jamaah diperiksa. Termasuk bawaan zam zam yang dilarang ikut sertakan bersama jamaah. Pelarangan ke kabin pesawat, selain air mineral, juga berlaku untuk benda tajam, berbau menyengat, dan bergas.
Untuk kelancaran penerbangan, telah diingatkan juga bagi setiap kloter akan larangan ikut sertakan dalam tas, ke pesawat. “Sosialisasi tersebut sudah disampaikan berulang kali melalui Kepala Sektor, Ketua Kloter agar menyampaikan kepada seluruh jamaahnya untuk mematuhi peraturan tersebut,” kata Kepala Daker Makkah Nasrullah Jasam, sebagaimana dirilis kemenag.go.id Senin (11/9).
Kepada awak media yang tergabung dalam Media Center Haji, Nasrullah yang didampingi Kasie Perlindungan Jemaah (Linjam) Rizal Karni mengatakan, dari pantuan secara random atau acak di dua hotel tersebut, Nasrullah meyakini sosialisasi melalui media dan para ketua kloternya sudah berjalan efektif, karena tidak menemukan adanya air zam zam di dalam koper.
Kasie Linjam Rizal Karni mengatakan, pihaknya terus berupaya mensosialisasikan kepada para jemaah melalui linjam di sektor-sektor saat penimbangan koper agar memastikan kembali bahwa koper yang akan ditimbang sesuai ukurannya 32 Kg dan tas tentengan 7 Kg serta dilarang memasuki air zam zamke dalam tas.
Untuk jamaah dalam 12 kloter asal Aceh, zam zam akan dibagikan saat jamaah tiba dalam asrama.
Sebelum dibagi, saat proses keberangkatan air zam zam telah tiba ke asrama. Dari bagasi pesawat Garuda Indonesia, zam zam diturunkan, dibawa oleh dua mobil PT Pos ke asrama. Usai diturunkan di terminal kargo, zam zam milik jemaah, dipastikan aman dan diangkut ke asrama haji. Packing putih itu dibawa ke asrama bersam dua mobil kuning tua, yang bertuliskan Paket Pos, seusai mengantar tas jamaah sebelumnya.
Di Asrama Haji Aceh, zam zam dititip di gedung Raudhah. Sampai tiba gilirannya dibagi untuk tiap jamaah, yang untuk kloter 1 akan tiba sekitar dua pekan lagi.
Sejak musim haji 2015, berat air zam zam yang diperkenankan dibawa pulang oleh setiap jemaah, 5 liter. Sebelumnya bisa dibawa serta sebanyak 10 liter, per jamaah. Sama halnya bagi jamaah umrah.
Saat masih bisa dibawa zam zam ke tanah air sebanyak 10 liter, jemaah umrah yang dikoordinir travelnya biasa bisa membelinya dalam kemasan sampai SAR 30 (Tiga Puluh Riyal Arab Saudi), sekitar Rp 100 ribu. Saat dibatasi sejak dua tahun lalu, hanya bisa membeli dalam kemasan sebanyak SAR 10 (Sepuluh Riyal Arab Saudi), setara dengan Rp 36 ribu.
Namun kini kebijakan baru soal zam zam mesti diikuti jemaah. Sejak ada aturan, air zam zam tidak boleh dibawa pulang bersamaan dengan jemaah haji, air serba guna yang ada napak tilas dengan Nabi Ibrahim, Ismail, dan Hajar ini, duluan dikirim via Garuda lewat bandara setempat
Klikkabar.com Jujur Mengabarkan
