Wakil Gubernur Nova Iriansyah menghadiri dan membuka Rakor Kasat Lantas dan UPTD Kasi Pungutan Se Aceh di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, Senin 7 Agustus 2017. (IST)
KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Komite mahasiswa dan rakyat Aceh untuk demokrasi (Komrad) menilai bahwa pernyataan Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah saat memberi sambutan pada Rakerda PDI P Aceh, Sabtu 19 Agustus 2017 memicu keretakan antara Pemerintah Aceh dan DPRA dan menimbulkan konflik antar partai politik.
Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Jendral Komrad, Febri Miraj menanggapi pernyataan Nova Iriansyah tentang Pemerintah Aceh dihempang DPRA.
“Janganlah komentar Pak Wagub menimbulkan keretakan antara DPRA dengan Pemerintah Aceh, apalagi komentar tendensius “merah harus dilawan dengan merah”. Ini kan bahaya. Disampaikan dalam acara rakerda PDIP dan tendensius terhadap partai politik lain”, jelas Febri.
Apalagi, saat ini Pilkada 2017 sudah selesai, Saatnya Wagub Aceh merangkul dan menjalani komunikasi dengan seluruh elemen yang ada di Aceh. Seperti yang dilakukan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf yang sedang berupaya keras untuk menyatukan seluruh elemen politik dan masyarakat pasca Pilkada.
“Saatnya Pak Nova berfikir memajukan Aceh sesuai visi misi ketika kampanye Pilkada lalu dan sejalan dengan ucapan dan kerja Pak Gubernur yang saat ini disambut sangat baik,” ujar Febri.
Febri pun mengibaratkan kalau kemampuan komunikasi politik Gubernur Irwandi luar biasa. Kalau kuliah dapat nilai A+. Itu bisa kita lihat apapun komentar atau candaan Irwandi di publik atau medsos selalu disambut positif dan bahkan jadi trend, seperti trend singklet kaki. Nova malah sebaliknya, komentarnya blunder terus.
“Kami mahasiswa beri nilai E- (E minus) untuk kemampuan komunikasi politik Wagub. Kalau E- harus mengambil mata kuliah ulang,” jelasnya.
Dia pun meminta kepada Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf untuk menegur Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.
“Kalau tidak ditegur, nanti Pak Irwandi akan kewalahan kalau Pak Wagub begini terus. Dan saran kami Pak Nova harus sekolah komunikasi politik,” katanya.
Tercatat Nova berulangkali lakukan blunder politik lewat pernyataan-pernyataannya, seperti komentar soal Kaki Lima kepada Partai Hanura, soal hukuman cambuk, soal boikot produk yahudi, dan yang terakhir komentar Wagub di Rakerda PDIP. []
Klikkabar.com Jujur Mengabarkan
