
KLIKKABAR.COM – Sebanyak 786 jemaah haji asal Kota Serambi Makkah dari Kloter 1 dan Kloter 2 Embarkasi Aceh telah tiba di Kota Makkah sejak Rabu dan Kamis, 16-17 Agustus 2017. Bagi Jemaah yang tergabung pada kloter 1 Embarkasi Aceh (BTJ 01) akan kembali mendapatkan pengembalian uang Waqaf Baitul Asyi besok, Sabtu, 19/8/2017, sedangkan Kloter kedua sehari setelahnya.
Kepastian akan hal ini disampaikan oleh Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Aceh M Daud Pakeh selaku utusan Pemerintah Aceh untuk penyaluran dana tersebut.
“Dua hari setelah jemaah ada di Makkah, Baitul Asyi akan menemui jemaah untuk memberikan langsung uang hasil pengelolan Waqaf Baitul Asyi,” terang Daud Pakeh di Hotel Darul Haramain Tower, kawasan Misfalah, Makkah, Kamis (17/08).
“Besarannya SAR1200 per jamaah, seperti tahun sebelumnya, total semuanya SAR 5,367,600, atau sekitar Total tahun ini 19,1 miliar Rupiah,” sambungnya.
Menurut Daud Pakeh, total ada 4473 jemaah haji asal Aceh tahun ini. Uang waqaf Baitul Asyi harus diberikan langsung kepada jemaah dan tidak bisa diwakilkan. “Jemaah langsung yang menerima. Kalua ada jemaah yang sakit di rumah sakit, akan di antar ke rumah sakit karena harus ketemu dengan jemaah. Suami-istri tetap dapat dua,” ujarnya.
Daud Pakeh berharap uang yang telah diberikan tidak sekedar dihabiskan untuk hal-hal yang konsumtif. Selama ini, jemaah Aceh sering lupa saat berbelanja sehingga mereka terkendala di pesawat saat pulang karena kelebihan berat bawaan.
Sementara Perwakilan dari Badan Wakaf Habib Bugak Asyi Jamaluddin Alfian membenarkan bahwa jemaah Aceh tahun ini akan kembali menerima pengembalian dana wakaf. Distribusi perdana rencananya akan diberikan pada 19 Agustus 2017.
Menurutnya, wakaf Habib Bugak Asyi adalah asset milik orang-orang Aceh terdahulu. Kekayaan ini tercatat di lembaran kerajaan Saudi atas nama Habib Bugak Asyi karena saat itu dialah yang tidak pulang ke Indonesia. Aset yang dimiliki dalam bentuk sejumlah apartemen, antara lain: Hotel Ramada, Elaf Al-Masya’ir, dan sejumlah apartemen.
“Pembagian ini sudah dilakukan sejak tahun 2006, setelah peristiwa tsunami. Dulu sebesar sewa rumah. Waktu itu 2000SAR. Lalu SAR1500. Beberapa tahun terakhir ini sebesa SAR1200,” ujarnya.[]
Klikkabar.com Jujur Mengabarkan
