Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf melantik Bupati dan Wakil Bupati Aceh Barat Daya Periode 2017 – 2022, Akmal Ibrahim dan Muslizar MT
di Aula DPRK Abdya, Senin, 14 Agustus 2017
KLIKKABAR.COM, ABDYA- Gubernur Aceh, Drh. H. Irwandi Yusuf, melantik Akmal Ibrahim dan Muslizar sebagai Bupati dan Wakil Bupati Aceh Barat Daya periode 2017-2022, di Aula DPRK Abdya, Senin 14 Agustus 2017. Pelantikan tersebut menjadi ajang nostalgia bagi dua pimpinan ini.
Akmal yang bekas wartawan itu, pernah menjabat sebagai Bupati Abdya pada tahun 2007 lalu. Ia mencalonkan diri kembali di tahun 2012, namun kalah. Nasib yang sama dialami Irwandi. Gubernur yang menggagas program JKA ini juga bernasib sial: kalah pada pertarungan Pilkada 2012.
Di pilkada 2017, keduanya kembali mencalonkan diri. Kali ini, keduanya berhasil meraih kepercayaan masyarakat dan dipercaya sebagai Gubernur Aceh serta Bupati Aceh Barat Daya. Mereka akan melanjutkan pembangunan yang tertunda.
Ada satu hal yang menarik. Di tahun 2007 Akmal dilantik Irwandi. Sepuluh tahun berselang, sang kapten kembali melantik Akmal. “Perjalanan hidup kami hampir sama. Saya pernah memimpin Aceh di tahun 2007 dan kalah di tahun 2012. Akmal juga demikian,” kata Irwandi.
Bukan hanya itu, kekalahan pada periode 2007 lalu itu membawa duka. Irwandi dilecehkan dengan berbagai fitnah. Ia juga dipukul seusai serahterima jabatan di gedung DPR Aceh. Sementara nasib Akmal tak jauh beda. Fitnah bukan hanya membuat nama baik Akmal jelek, tapi membuat ia harus meringkuk di balik penjara. Berbagai upaya hukum ditempuh hingga kemudian Mahkamah Agung memutuskan ia tidak bersalah.
“Kekuasaan itu enak. Enak bagi yang menikmati. Tapi berat bagi yang memikul. Saya mensyukuri kekalahan 2012 lalu. Saya instrospeksi diri,” kata Irwandi Yusuf.
Irwandi menyebutkan, kekalahan saat itu menjadi pengalaman, baik bagi dirinya mau pun bagi masyarakat. “Sekarang saudara Akmal dan saya terpilih lagi untuk menyelesaikan program dulu yang belum selesai,” ujar Irwandi.
Jeda kepemimpinan selama lima tahun, baik bagi Gubernur Irwandi mau pun Bupati Akmal telah ditutup oleh pemerintahan terdahulu. Hal itu diakui sebagai sebuah bantuan yang amat baik. Di mana, keduanya akan melanjutkan pembangunan dengan modal yang telah dipancangkan oleh pimpinan terdahulu. “Untuk Akmal, modal selain sudah dibangun bupati Jufri juga akan saya perkuat nantinya,” kata Irwandi.
Irwandi masih ingat, bantuan yang ia berikan pada periode lalu, yaitu pembangunan pabrik kelapa sawit telah mengantarkan Akmal ke penjara. Namun demikian, pada akhirnya kesalahan Akmal tidak dapat dibuktikan dan ia keluar penjara serta kemudian menjadi bupati.
Klikkabar.com Jujur Mengabarkan
