Home / ACEH / Aceh Mampu Turunkan Angka Kemiskinan dalam Lima Tahun Terakhir

Aceh Mampu Turunkan Angka Kemiskinan dalam Lima Tahun Terakhir

 

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Terkait dengan data kemiskinan yang baru-baru ini dipublikasikan oleh Badan Pusat Stastistik (BPS) Aceh, dimana Aceh merupakan provinsi dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Sumatera.

Wakil Ketua DPR Aceh, Teuku Irwan Djohan menanggapinya dengan cara yang berbeda.

Meski sempat terkejut dengan data yang dirilis itu, dirinya justru menilai bahwa Aceh merupakan satu-satunya daerah yang dapat menurunkan presentase kemiskinan dalam lima tahun terakhir.

“Tapi jika kita Bandingkan tingkat pengurangan kemiskinan Aceh merupakan daerah yang terbaik dalam menangani hal tersebut dalam lima tahun terakhir,” kata Irwan Djohan dalam rapat koordinasi dengan BPS Aceh, Jumat 11 Agustus 2017 di DPR Aceh.

Yang dimaksud dengan pengurangan angka kemiskinan terbaik itu, politisi partai Nasdem ini menyatakan presentesante tingkat penurunan kemiskinan di Aceh, selama lima tahun terakhir di bawah kepemimpinan Zaini – Muzakkir sebesar 2,57 Persen.

“Begitu juga sepeluh tahun terkahir di masa kepemimpinan pemerintahan Irwandi bersama M. Nazar di masa 2009-2012,” kata Irwan.

Selanjutnya, dikatakannya bahwa di provinsi lain hanya bisa menurunkan sebesar berkisar 1 persen lebih.

Selain itu, ia juga mengharapkan kepada pemeritah baru di bawah kepemimpinan Irwandi Yusuf – Nova iriansyah, untuk bisa menurunkan tingkat angka kemiskinan ke arah yang lebih baik.

Sementara Kepala BPS Aceh, Wahyudin mengatakan, kemiskinan itu ialah orang yang tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar, baik makanan ataupaun lainnya.

“Kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan makanan dan minuman,” katanya.

Menurut data kemiskinan yang dikeluarkan oleh pihaknya (BPS) Aceh merupakan provinsi termiskin setelah Bengkulu, yang mana sebelumnya Bengkululah yang merupakan provinsi termiskin di Sumatera.

“Belanja keluar daerah juga merupakan sesuatu yang bisa menyebabkan angka pertumbuhan ekonomi daerah bisa menurun,” kata wahyudin. []

REPORTER: IKHSAN