
KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Pemberian hibah mobil mewah Mitsubishi Pajero Sport kepada 4 instansi Vertikal di lingkungan pemerintah Kabupaten Bireuen menuai beragam tanggapan.
Ada pihak yang menyayangkan pemberian mobil dinas tersebut karena mengingat banyaknya kebutuhan rakyat belum terpenuhi dan ada yang menilai pemberian mobil mewah tersebut sudah mengikuti aturan.
Salah satu pihak yang tidak mendukung adanya hibah mobil mewah terhadap empat instansi vertikal di Bireuen adalah Gerakan Mahasiswa, Pemuda dan Rakyat (Gempar) Kabupaten Bireuen. Mereka melakukan aksi di depan Gedung DPRK Bireuen sebagai bentuk kekecewaan dan menolak pemberian hibah tersebut.
Dalam aksi tersebut mereka menuntut pihak eksekutif dan legislatif membuat kebijakan yang pro terhadap rakyat. Mereka juga meminta agar pihak terkait dapat mengembalikan mobil tersebut secara sukarela.
Ketua DPRK Bireuen Drs. Ridwan Muhammad mengatakan, hibah mobil yang berjumlah anggaran sekitar 2 Milyar sudah sesuai aturan yang berlaku. Pemberian hibah juga salah satu bentuk apresiasi kepada pihak terkait yang telah mengawal Pemerintah Bireuen sehingga mendapat WTP tiga kali berturut-turut.
“Hibah itu sudah sesuai dengan aturan yaitu Permendagri Nomor 14 Tahun 2016. Itu bentuk apresiasi kami kepada mereka,” ujar Ridhwan saat menjumpai peserta aksi demo.
Ridwan juga menjelaskan bahwa masuknya empat unit Pajero Sport itu sudah melalui pembahasan anggaran di DPRK Bireuen. “Itu sudah sesuai dengan mekanisme penganggaran yang berlaku. Kami sudah baca semua aturan yang membolehkan,” jelasnya.[]
ATHAILLAH
Klikkabar.com Jujur Mengabarkan
