
KLIKKABAR.COM – Siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Cilacap, yaitu Muhammad Husain dan Dhini Avilya berhasil mengukir prestasi internasional. Keduanya meraih Special Award dari Taiwan pada ajang International Exhibition of Young Inventors (IEYI) yang diikuti 15 negara.
Kepala MAN Cilacap Muhadin mengatakan bahwa ajang kompetisi ilmiah tingkat internasional ini digelar di Nagoya Jepang dari 27 – 30 Juli 2017. “Hasil ini memberi energi tersendiri bagi kami untuk terus bersemangat meraih prestasi yang lebih baik, mewujudkan “Lebih Baik Madrasah, Madradah Lebih Baik,” ujarnya di Jakarta, Minggu (30/07).
Menurutnya, prestasi internasional ini bermula pada Juni 2016, saat tim Karya Ilmiah Remaja (KIR) MAN Cilacap yang berjudul SMART Smoke Filter (SMART SMOFI) terpilih menjadi finalis ajang National Young Inventors Award (NYIA) yang digelar Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di Jakarta. Tim KIR MAN Cilacap menjadi salah satu dari 28 tim lain yang terpilih dari seluruh pelosok Tanah Air.
Pada ajang yang digelar September 2016 itu, MAN Cilacap meraih “Special Award” dari PT. AFI (sebuah Perusahaan Fermentasi di Indonesia). “Penghargaan ini menjadi pijakan LIPI untuk merekomendasikan MAN Cilacap untuk mengikuti kompetisi ilmiah tingkat internasional di Nagoya Jepang, yaitu International Exhibition of Young Inventors (IEYI),” ujarnya.
“Kesempatan ini tentunya kami optimalkan. Karena sebagian biaya ditanggung mandiri dan LIPI hanya menanggung sebagian saja,” sambungnya.
Upaya tim KIR MAN Cilacap menemui titik terang. Rencana keberangkatan mereka ke Jepang mendapat dukungan penuh dari Kementerian Agama. Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah menanggung biaya keikutsertaan mereka melalui bantuan apresiasi siswa berprestasi.
“Terima kasih kami sampaikan kepada pihak Kemenag yang telah memberikan dukungan sekaligus bantuan biaya apresiasi prestasi,” kata Muhadin.
Dukungan juga diberikan oleh pihak Madrasah, PLTU Cilacap, serta wali murid. “Kami mantap untuk mengoptimalkan kesempatan ini,” ucapnya.
“Hal penting yang kami persiapkan untuk kegiatan ini adalah menyiapkan keahlian siswa tim KIR MAN Cilacap dalam berkomunikasi Bahasa Inggris. Kami mengadakan latihan dengan guru Bahasa Inggris di madrasah,” lanjutnya.

Tim MAN Cilacap juga melakukan pendampingan dalam pembuatan pasport, visa, penyempurnaan invensi, dan penyiapan administrasi persyaratan. Sebagai bagian persiapan, kedua siswa ini juga diikutkan dalam workshop persiapan yang diadakan LIPI dengan pembicara “native speaker” dari Australia dan salah satu peneliti LIPI, dua hari sebelum keberangkatan ke Jepang.
“Tim bersama tim Indonesia lainnya berangkat ke Jepang pada 25 Juli. Sehari berikutnya, tim melakukan penataan tempat dan invensi,” jelasnya.
Seremonial pembukaan dan penjurian ajang internasional digelar pada 27 Juli 2017. Proses penjurian ini berlangsung hingga 28 Juli. Pada kesempatan itu, tim MAN Cilacap mempresentasikan alat penyaring asap di dalam ruangan atau yang dikenal dengan SMART SMOFI. Alat ini terutama digunakan untuk area merokok (smoking area) dan kawasan rentan terjadinya kebakaran hutan.
Sementara pada 29 Juli digelar pameran invensi. Ajang pameran ini kata Muhadin juga dimanfaatkan untuk berkunjung melihat invensi dari tim negara lain serta membangun relasi dengan inventor negara lain. “Malam harinya, dilakukan ceremony penganugerahan dan penutupan dan MAN Cilacap diumumkan mendapat Special Award dari Taiwan,” katanya.
Selain tim KIR MAN Cilacap, ada 6 tim Indonesia lainnya yang ikut serta dalam ajang ini. Mereka berasal dari SMAN Mandailing Natal, SMAN 6 Yogyakarta, SMA Sampoerna Academy Jakarta, SMKN Cimahi, dan SD IT Bina Amal Semarang.

Berikut ini beberapa medali yang juga diraih tim Indonesia:
Gold Medals:
1. Hans Bastian Wangsa dan Siti Farahdina, kategori Safety and Health
2. Gede Harum Wijaya, kategori Green Technology
Silver Medals:
1. Hanun D. Dan Izza , kategori Education and Recreation juga dapat special award dari Rusia
2. Arfan Khairul W, Kategori Green Technology
Bronze Medals:
Muftie Insani dan Firman Dwiansyah, kategori Food and Agriculture juga dapat special award dari Thailand
Klikkabar.com Jujur Mengabarkan