Home / ACEH / Kurangnya Kapasitas, Penyebab Listrik di Aceh Bermasalah

Kurangnya Kapasitas, Penyebab Listrik di Aceh Bermasalah

Menteri ESDM Ignasius Jonan, (Athaillah/Klikkabar.com)

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan untuk mengatasi masalah listrik di Indonesia pihaknya akan membangun kembalibpembangkit listrik. Untuk Provinsi Aceh Jonan mengatakan akan membangun pembangkit listrik dengan daya mencapai 487 MW, pembangunan pembangkit tersebut di bangun pada tahun ini yang akan selesai pada 2020.

Ia melanjutkan, pada tahun 2018 jaringan listrik di Indonesia akan digabungkan antar provinsi yang terdapat pada pulau yang sama, “Jadi jaringan listrik provinsi di sebuah pulau sama,” kata Ignasius Jonan pada saat memberi Kuliah umum di Gedung AAC Dayan Dawood Unsyiah, Jumat 21 Juli 2017.
Karena pulau Sumatera memiliki tambang batubara dan tambang gas, pemerintah mewajibkan PLTU dibangun di tambang batubara dan PLTG dibangun di sumur gas, “ini bisa menghemat biaya dan membuat biaya listrik murah,” sebutnya. Menyikapi persoalan listrik di Aceh yang sering bermasalah, Jonan mengatakan kurangnya kapasitas di Aceh adalah salah satu penyebabnya.
“Listrik yang dialokasikan ke Aceh cukup, cadangannya yang kurang,” kata mantan menteri perhubungan tersebut.
Ia mengaku cadangan listrik di Aceh selalu siaga, yaitu dibawah 30%, “apabila dibawah 30%, kalau ada pembangkit yang rusak atau dalam tahap perbaikan, itu penyebab pemadaman listrik bergilir,” imbuhnya. Untuk menghindari hal tersebut, pihaknya akan membangun pembangkit listrik.[]
LAPORAN: ATHAILLAH