Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, bersama Ketua Panita Pira IV, Mulyadi dan tamu undangan, menabuh Rapai saat membuka acara (Athaillah/Klikkabar)
KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Cabang Aceh bekerjasama dengan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala dan Dokter Rumah Sakit Zainoel Abidin mengelar kegiatan Pertemuan Ilmiah Respirasi Aceh (PIRA) IV di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Sabtu 15 Juli 2017.
Acara Ilmiah tahunan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah, mengangkat tema “Challenges on Current Management of Lower Respiratory Diseases” diadakan dalam bentuk workshop dan symposium.
PIRA adalah agenda rutin yang dilaksanakan bertujuan untuk membantu meningkatkan kompetisi para praktisi yang terlibat dalam pelayanan kesehatan bidang Pulmulogi dan Kodekteran Respirasi khususnya di Provinsi Aceh.
“Ini merupakan pemberian peningkatan sumber daya manusia khususnya dalam bidang respirasi,” sebut ketua panitia Dr.dr Mulyadi, S.p, P(K), dalam sambutannya.
Ia mengatakan, pendidikan spesialis paru-paru sekarang telah ada di Provinsi Aceh, Fakultas Kedokteran Unsyiah bekerjasama dengan RSUZA, “sudah dimulai sejak 1,5 tahun yang lalu,” jelasnya.
Pendidikan yang tergolong baru ini juga ikut disertai oleh tenaga pendidik yang profesional dan ahli, “tenaga pengajar sedang mengambil S2 bahkan S3 di berbagai daerah, ada yang di Jepang, Thailand, dan sebagainya,” terang Mulyadi. Hal tersebut bertujuan untuk menjadikan Provinsi Aceh menjadikan salah satu pusat pendidikan paru terbaik di Indonesia 10 tahun mendatang.
Mulyadi berharap dukungan pemerintah Aceh untuk mewujudkan cita-cita tersebut terus berlanjut, “kita berharap dukungan dari pemerintah Aceh terus berjalan,” harapnya.[]
REPORTER : ATHAILLAH
Klikkabar.com Jujur Mengabarkan
