Juru Bicara DPP SURA, Murdani. (IST)
KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Kedatangan singkat Presiden Jokowi ke Aceh dan sikap Mendagri Tjahjo Kumolo yang enggan memberi ruang diskusi kepada perwakilan lintas organisasi soal lamban realisasi MoU Helsinki sangat disesalkan.
Juru Bicara Dewan Pimpinan Pusat Suara Rakyat Aceh (DPP-SURA), Murdani Abdullah, mengatakan sikap ini menunjukan bahwa pemerintah pusat mengganggap persoalan lambannya realisasi MoU Helsinki dan UUPA, bukanlah persoalan yang serius. Padahal, berdasarkan sejarah Aceh, sikap setengah hati pemerintah Indonesia terkait perjanjian Lamteh, merupakan persoalan serius dan memunculkan konflik baru.
“Atas dasar ini kita sangat kecewa. Awalnya kita berharap banyak terhadap Jokowi yang berasal dari sipil dan terpilih menjadi presiden. Beliau juga pernah tinggal lama di Aceh. Namun pernah tinggal dan menetap lama di Aceh, ternyata tidak membuat Jokowi bisa menyelami perasaan dan harapan masyarakat,” ujar Murdani.
Semestinya, kata Murdani, Mendagri yang mewakili presiden, membuka ruang diskusi soal turunan UUPA yang masih mandek di tingkat pusat.
“Kita sangat mengharapkan ketegasan dan komitmen dari pemerintah pusat. Soal bendera misalnya, kalau memang tidak boleh bulan bintang, ya ditolak. Jangan terus dalam keadaan cooling down tanpa kejelasan seperti sekarang. Jadi masyarakat Aceh sebagai pemilik bendera Aceh juga bisa bersikap,” ujar Murdani.
“Soal tapal batas Aceh juga begitu, pertanahan, komisi penyelesaian klaim, pembagian Migas dan aturan kewenangan lainnya. Pemerintahan pusat jangan terus PHP (Pemberi Harapan Palsu) kepada masyarakat Aceh,” katanya lagi.
Kedepan, kata Murdani, SURA berharap Gubernur Irwandi ‘beu meuagam’ dalam hal menuntut kewenangan Aceh kepada Pemerintah Pusat untuk kesejahteraan masyarakat.
“Gubernur perlu bersikap tegas dan beu meuagam terhadap Pusat. Perlu diketahui, ini periode kedua kepemimpinan Irwandi dengan pasangan yang berbeda. Periode pertama gagal, kita masih mentoleril karena awal-awal perdamaian, tapi lain ceritanya jika kondisi sudah memasuki hampir 12 tahun damai ini,” kata Murdani. (rel)
Klikkabar.com Jujur Mengabarkan