Home / ACEH / BI Edarkan Uang 1,5 Triliun Selama Ramadhan dan Idul Fitri Mendatang di Aceh

BI Edarkan Uang 1,5 Triliun Selama Ramadhan dan Idul Fitri Mendatang di Aceh

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Dalam melaksanakan tugasnya sebagai otoritas Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah (SPPUR), Bank Indonesia akan senantiasa berupaya menjaga ketersediaan uang Rupiah yang layak edar di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sesuai dengan denominasi/pecahan yang dibutuhkan dan secara tepat waktu (timely).

“Serta menyediakan layanan Sistem Pembayaran yang aman, lancar, dan efisien dengan memperhatikan perlindungan konsumen,” kata Ketua Perwakilan BI Aceh Ahmad Farid,  Jumat 2 Juni 2017

Pelaksanaan tugas tersebut, Lanjut ketua Perwakilan Bank Indonesia wilayah Aceh bahwa  dilakukan oleh kantor pusat BI di Jakarta maupun seluruh kantor perwakilan BI yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia. Dalam pelaksanaan tugas di bidang SPPUR, Bank Indonesia memberikan layanan kepada perbankan, masyarakat, serta stakeholders terkait lainnya, tambahnya.

“Pelayanan yang diberikan diantaranya setoran-penarikan dana perbankan, penukaran uang Rupiah, penggantian uang rusak, serta penyelenggaraan kliring dan Real Time Gross Settlement (RTGS) kepada perbankan,” kata Ahmad Farid.

Lanjutnya ,Khusus di masa-masa tertentu (seasonal) seperti bulan Ramadhan, Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru, pelaksanaan tugas BI di bidang sistem pembayaran umumnya mengalami peningkatan, diikarenakan pada masa-masa tersebut kebutuhan masyarakat terhadap layanan BI menjadi lebih besar dibandingkan periode biasanya, tuturnya.

” Data selama ini menunjukkan kebutuhan masyarakat Indonesia terhadap uang layak edar dan layanan Sistem Pembayaran (kliring dan RTGS) meningkat sekitar 14-20% setiap seasonal, baik Ramadhan-Idul Fitri dan Natal-Tahun Baru,” katanya lagi.

Namun peningkatan pada Ramadhan-Idul Fitri jauh lebih besar, karena biasanya pada saat tersebut terdapat pemberian gaji ke-13 dan 14 Pegawai Negeri Sipil (PNS), serta adanya waktu libur yang lebih panjang,pungkasnya.

“Khusus di wilayah kerja KPW BI Provinsi Aceh, data memperlihatkan bahwa jumlah uang yang diedarkan (UYD) di bulan Ramadhan dan Idul Fitri mengalami peningkatan. Pada tahun 2017, jumlah UYD di Aceh pada bulan Ramadhan-Idul Fitri yang jatuh pada bulan Juni-Juli mencapai sebesar Rp 1,5 Triliun, meningkat bila dibandingkan bulan ramadhan & idul fitri di tahun 2015 sebesar Rp900 Miliar, dan peningkatan tersebut juga terjadi pada tahun-tahun sebelumnya,” kata dia.

Melihat tingginya kebutuhan masyarakat terhadap UYD terutama uang pecahan kecil di bulan Ramadhan-Idul Fitri, Kantor Perwakilan Bank Indonesia selama ini melakukan upaya untuk memberikan pelayanan tambahan agar kebutuhan masyarakat tersebut dapat terpenuhi. Dalam pelaksanaannya, BI mengajak perbankan Aceh untuk bekerjasama dalam melayani masyarakat, jelas Ahmad Farid.

“Upaya tersebut diantaranya dengan membuka pelayanan penukaran uang Rupiah di luar kantor BI dan perbankan. Untuk itu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh telah menyiapkan uang layak edar dengan jumlah yang cukup yang terdiri dari uang pecahan besar yaitu pecahan Rp100.000, dan Rp50.000,- dan uang pecahan kecil yaitu pecahan Rp20.000,- sampai dengan Pecahan Rp100,-,”kata Ketua BI Aceh.

Sementara Pada tahun 2017 ini, dikatakan Ahmad bahwa pelayanan tersebut dilakukan di halaman Barata Plaza Banda Aceh, dengan mengajak 5 bank yaitu BRI, BNI, Bank Mandiri, Bank Aceh Syariah, dan Bank Muamalat. Layanan penukaran uang Rupiah di halaman Barata Plaza dilakukan setiap hari senin sampai dengan hari kamis, pukul 09.00 – 12.00 Wib, terhitung  sejak tanggal 5  s.d 22 Juni 2017.

Kegiatan layanan penukaran bersama oleh BI dan Perbankan Aceh di bulan Ramadhan ini merupakan hal yang rutin dilakukan setiap tahunnya, dengan pelaksanaan terakhir pada tahun 2016 di lokasi yang sama yaitu halaman Barata Plaza.