
KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Bachtiar Aly mengatakan, mengenai KEK Arun, Eksekutif dan Legeslatif harus menemukan format yang pas mengenai permasalahan ini, terutama yang berada di daerah, “Hal ini tidak semata-mata diserahkan kepada BUMN seperti Pertamina,” kata Bachtiar.
Menurutnya, persoalan ini harus melibatkan semua pihak, “universitas kita harus membuat konsep yang bagus dan melakukan pendekatan dengan pusat dan melihat titik lemah, sebab ketika ini frontal, dengan gampang kita lepas begitu saja,” ujarnya.
Ia melanjutkan, berbagai pihak harus bijak agar Arun bisa direvitalisasi kembali,” buat kita apapun persoalannya revitalisasi Arun kembali dan kita minta berbagai pihak bijak terutama dari DPRAnya, Perintahnya, karena mereka yang lebih tahu,” kata penasihat ahli Kapolri RI ini.
Kemudian, Bachtiar menambahkan, pengelolaan KEK Arun harus dilihat dari berbagai sisi, “kita tidak boleh menyatakan ini harus di keloa oleh Pemda atau ini harus dikelola oleh Pusat, karena ada plus minus, dalam segi penyerapan aspirasi rakyat bisa tidak pusat memenuhinya? Ini juga harus dilihat, jangan dilihat hitam putih,” tambahnya.
Ia juga menyebutkan, persoalan KEK Arun ini jangan terulang seperti persolan PLTU yang berada di Nagan Raya, “Tarik menarik antara Pemda dan PLN dan akhirnya dipindahkan ke daerah lain hanya karena persoalan tanah dan persoalan dikelola oleh Pemda atau PLN, jangan sampai ini terulang kembali,” ucapnya. []
LAPORAN: ATHAILLAH
Klikkabar.com Jujur Mengabarkan
