Warga melihat seekor anak lembu yang mati usai ditabrak saat berkeliaran di Jl. Raya Medan – B. Aceh, Idi Cut, Aceh Timur. (Zamzami Ali/Klikkabar).
KLIKKABAR.COM, ACEH TIMUR- Masyarakat Aceh Timur khususnya para pengguna jalan baik kendaraan roda dua maupun roda empat, kian diresahkan oleh keberadaan hewan ternak yang kerap berkeliaran di jalan raya.
Warga dan para pengguna jalan bahkan merasa kesal saat melintas di jalan penghubung antar kota dan antar provinsi atau yang lebih dikenal dengan nama Jalan Raya Medan – B. Aceh itu.
Keberadaan hewan ternak, terutama kambing, lembu/sapi dan kerbau yang berkeliaran di jalan raya memang masih sangat sering terjadi. Kondisi ini bukan hanya mengganggu arus lalu lintas namun juga membahayakan para pengguna jalan.
Sementara itu, pemilik ternak seolah tidak memikirkan efek yang ditimbulkan. Ternak yang dipelihara, terkesan dibiarkan oleh pemiliknya dan dilepas begitu saja. Padahal, nyawa pengendara jalan kerap terancam saat hewan ternak itu dilepaskan dan berkeliaran.
Mauzir Sufi, salah seorang tokoh masyarakat Idi Cut, Darul Aman kepada Klikkabar.com mengatakan, ia berharap agar pemerintah segera menindak tegas para pemilik ternak yang membiarkan hewan piaraannya berkeliaran di jalan raya.
Bahkan, menurutnya di kawasan Idi Cut, kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa akibat menabrak hewan ternak kerap terjadi. Hal ini dinilai akibat kurangnya kesadaran para pemilik ternak terhadap hewan piaraannya serta lemahnya pengawasan dari pihak terkait.
“Pemerintah melalui instansi terkait harus segera menindak atau memberikan sanksi kepada pemilik ternak, karena setahu saya hewan ternak tidak boleh diliarkan seperti ini, apalagi sampai ke jalan raya dan membahayakan pengguna jalan,” harapnya.
REPORTER : ZAMZAMI ALI
Klikkabar.com Jujur Mengabarkan
