Home / ACEH / Di Aceh, Ratusan Peserta Ikuti Diskusi Barus Sebagai Titik Nol Peradaban Islam

Di Aceh, Ratusan Peserta Ikuti Diskusi Barus Sebagai Titik Nol Peradaban Islam

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Diskusi publik yang diselenggarakan oleh Lembaga Seuramoe Budaya mendapatkan respon positif dari berbagai pihak. Hal tersebut terlihat dari jumlah peserta yang hadir melebihi jumlah peserta yang mendaftar.

Awalnya Lembaga Seuramoe Budaya hanya menargetkan peserta 50 orang, namun dikarenakan permintaan yang meningkat, kemudian panitia menambahkanlist peserta, bahkan di hari ketika acara berlangsung peserta yang hadir melebihi jumlah yang mendaftar yaitu mencapai lebih dari 100 peserta. 10 April 2017.

“Membludaknya peserta menandakan animo masyarakat sangat tinggi dalam menghadapi atau menyikapi Barus sebagai titil nol kilometer peradaban islam nusantara. Hal ini tidak terlepas juga dari fakta masa lalu yang sudah pernah mendeklarasikan Aceh sebagai titik awal masuknya islam ke nusantara.” Ucap Achmad Zaki selaku ketua panitia.

Ia juga berharap dengan adanya diskusi ini masyarakat yang hadir pada diskusi ini mendapatkan jawaban yang berimbang dari pakar-pakar yang menjadi pemateri pada diskusi ini.

Diskusi publik yang bertema “Barus Sebagai Titik Nol Peradaban Islam Nusantara” ini turut dihadiri oleh perwakilan dari Pemerintah Kota Banda Aceh, Balai Pelestarian Nilai Budaya Aceh, Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh, LSM Seuramo Pasee, Lembaga Kebudayaan dan Pembangunan Masyarakat, Antropolog Aceh, dan mahasiswa-mahasiswi di beberapa universitas di Banda Aceh.

Mengenai isu tentang Barus ini, Filolog Aceh, Nurdin A.R, M.Hum, mengatakan bahwa tidak ada satu manusia pun yang tahu siapa yang pertama hadir, hanya malaikat yang tahu”.

Lain halnya dengan Kamaruzzaman Bustaman Ahmad, selaku Antropolog dan penulis buku Acehnologi, sebelum isu peletakan titik nol islam nusantara muncul ke publik ia sudah pernah mendatangi Barus dan memiliki sebuah firasat “Saya sudah mempunyai feeling bahwa disini ada peradaban besar.” ucapnya.

Lembaga Seuramoe Budaya merupakan lembaga yang berfokus dalam mengkaji isu-isu budaya yang mencakup sastra, sejarah, antropologi, dan lain sebagainya
Zahrul Fadhi Johan selaku Ketua Lembaga Seuramoe Budaya dalam kata-kata sambutannya mengatakan bahwa Lembaga Seuramo Budaya ini sudah lama berdiri yaitu pada tahun 2014.

Awalnya lembaga ini bergerak di Kota Yogyakarta dengan mengadakan diskusi rutin mingguan mengkaji tentang isu-isu budaya. Kemudian lembaga ini diresmikan di Aceh pada tahun 2016 dengan diadakannya diskusi perdana bertemakan Ku’ehnizm dalam perspektif masyarakat Aceh.