Ismed Sofyan | Bola.net
KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Pemain Persija Jakarta asal Aceh, Ismed Sofyan mempunyai segudang harapan untuk sepak bola tanah air. Pemain kelahiran Aceh Tamiang, 28 Agustus 1979 itu menilai, kebijakan PSSI yang menetapkan sejumlah aturan bagi klub sepak bola di Indonesia pada musim 2017/2018 merupakan langkah awal kemajuan sepak bola di Indonesia.
Namun yang disayangkan, sejumlah regulasi tersebut tak sejalan dengan keinginan klub-klub di tanah air umumnya. Sejatinya, sebelum menetapkan regulasi tersebut, PSSI sebagai federasi sepak bola tertinggi di Indonesia harus memberikan kesempatan satu sampai dua tahun kepada klub supaya berbenah.
“Masalah regulasi saya rasa PSSI memberikan yang terbaik untuk sepak bola Indonesia, namun untuk sekarang ini klub-klub tidak siap, artinya mereka harus dikasih prepare dulu supaya diterapkan tahun depan atau dua tahun lagi sehingga klub dapat berpedoman dengan regulasi tersebut,” kata Ismed Sofyan kepada wartawan di Banda Aceh, Senin sore, 13 Maret 2017.
Sebagaimana diketahui, pada musim ini, PSSI mengeluarkan regulasi baru kompetisi di Indonesia. Beberapa di antara regulasi tersebut yaitu, setiap klub Liga 1 Indonesia hanya dibolehkan menggunakan tiga pemain asing yang terdiri dari dua dari negara mana saja dan satu dari Asia. Kemudian, setiap klub hanya dibolehkan memiliki dua pemain dengan usia di atas 35 tahun, lima pemain muda usia 25 tahun, dan tiga di antaranya harus menjadi pemain inti.
Begitupun juga bagi klub Liga 2 Indonesia, PSSI hanya membolehkan memiliki lima pemain yang berumur di atas 25 tahun. Kondisi ini membuat sejumlah klub di kasta kedua liga Indonesia ini berlomba-lomba mencari talenta muda berumur di bawah 25 tahun.
Eks timnas Indonesia ini pulang ke Aceh untuk membela Darul Ulum FC di Aceh Champions Leagunge 1 tahun 2017. Selain Ismed Sofyan, Darul Ulum juga diperkuat Rudi Widodo, eks Bhayangkara Surabaya United yang kini berseragam Persija Jakarta.
Baca juga:
Darul Ulum Tampil Gemilang, Gilas Kuta Malaka 3-0
Pulang ke Aceh, Ismed Sofyan Diserbu Fans
Kompetisi ini berlangsung sejak Senin kemarin, 13 sampai Selasa, 21 Maret 2017. Kepada wartawan, Ismed Sofyan mengucapkan ribuan terima kasih kepada Darul Ulum FC yang telah mengundang dirinya ke Aceh. Bagi kapten Persija Jakarta ini, bermain di Aceh memiliki kebanggan tersendiri.
“Saya berterima kasih buat Darul Ulum yang telah mengundang saya, saya senang kembali ke Aceh, saya besar disini dan ingin menghibur masyarakat Aceh,” ujar Ismed Sofyan.
Ismed Sofyan saat diwawancarai wartawan usai laga melawan Kuta Malaka di Stadion H Dimurthala, Senin, 13 Maret 2017. (Muhammad Fadhil/Klikkabar)
Ia berharap kepada pemain muda Aceh untuk tak pernah puas dalam mengejar prestasi di dunia sepak bola. Menurut mantan pemain Persiraja era 1999 ini, bersifat tidak sombong dan melakukan evaluasi serta intropeksi diri merupakan kunci utama dalam meraih kesuksesan.
“Saya berharap kepada pemain bola muda kita jangan puas diri, jangan cepat besar kepala karena sepak bola yang mengatur diri sendiri adalah diri kita sendiri, artinya jangan merasa sudah puas, harus punya evaluasi dan intropeksi diri serta fokus, karena ini pekerjaan kita dan tidak boleh sombong,” harap Ismed.
Kepada Persiraja Banda Aceh, Ismed berharap agar dapat meraih hasil maksimal di Liga 2 Indonesia musim 2017/2018 ini. Sehingga, pada musim depan, Persiraja akan menembus ke liga tertinggi tanah air yaitu Liga 1 Indonesia.
“Terpilihnya Pak Aminullah sebagai walikota yang juga beliau hobi bola, saya berharap dapat memberikan yang terbaik untuk Persiraja sehingga Persiraja tetap eksis dan mudah-mudahan tahun depan bisa berkompetisi di ISL (Liga 1 Indonesia, red),” harap Ismed Sofyan.[]
REPORTER: MUHAMMAD FADHIL
Klikkabar.com Jujur Mengabarkan